Dewan Pers

Dark/Light Mode

Perluas Layanan Digital Syariah, BSI Gaet LinkAja

Kamis, 25 November 2021 16:43 WIB
Kerja sama BSI dan LinkAja secara virtual, Kamis (25/11).
Kerja sama BSI dan LinkAja secara virtual, Kamis (25/11).

 Sebelumnya 
Ruang lingkup kolaborasi strategis antara Layanan Syariah LinkAja dengan BSI mencakup empat program utama yakni pertama, program promosi bersama yang mencakup dan tidak terbatas untuk Ekstra Saldo Berkah bonus top up saldo dan transfer.

Kedua, program disbursement tunjangan untuk karyawan BSI melalui aplikasi LinkAja. Ketiga, kerja sama dan integrasi produk Cardless Withdrawal, Buka Rekening Online, Transfer Saldo LinkAja ke Rekening BSI dan Virtual Account BSI dan keempat, Program - program lainnya dalam rangka meningkatkan layanan keuangan syariah di Indonesia.

Wibawa mengatakan, dengan jumlah pengguna LinkAja saat ini yang mencapai lebih dari 79 juta pengguna, dan lebih dari 5,8 juta pengguna Layanan Syariah LinkAja, LinkAja berupaya terus mengeksplorasi potensi-potensi negeri, mengedukasi masyarakat sekaligus memudahkan akses layanan keuangan digital.

Berita Terkait : Perluas Akses Produk Dan Layanan, Pegadaian Gandeng Dekopin

“Tujuannya, agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat merasakan manfaat yang berarti,” tutup Wibawa.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menegaskan, keberadaan industri keuangan syariah di Indonesia memang telah mengalami peningkatan dan perkembangan yang signifikan.

Untuk itu fasilitator keuangan syariah baik perbankan maupun e-wallet berperan penting pada seluruh aktivitas ekonomi dalam ekosistem industri halal.

Berita Terkait : Operator Patimban Bakal Ganti, BKS Dan Luhut Cek Kesiapannya

Ia mengatan, kolaborasi antara layanan perbankan Bank Syariah Indonesia (BSI), sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dan e-wallet Layanan Syariah LinkAja, sebagai e-wallet berbasis syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia ini menunjukkan tren yang positif, dengan inovasi produk, peningkatan layanan serta pengembangan ekosistem digital bagi masyarakat Indonesia.

“Layanan Syariah LinkAja menjadi terobosan baru untuk ekosistem transaksi digital syariah. Sebagai uang elektronik Syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi kesesuaian syariah dari DSN (Dewan Syariah Nasional) MUI,” jelas pria yang akrab disapa Tiko ini.

Selanjutnya, pengembangan fitur syariah dari Bank Indonesia, Layanan Syariah LinkAja secara progresif terus mengembangkan ekosistem pembayaran syariah yang aman, jujur, dan terintegrasi bagi masyarakat.

Berita Terkait : Inovasi Pembayaran Digital, KAI Luncurkan KAIPay

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menuturkan, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, menjadikan Indonesia sebagai tren yang baik dalam perdagangan produk halal di dunia.

“Melalui sinergi strategis Layanan Syariah LinkAja dengan BSI, diharapkan dapat menjadi pelopor yang baik untuk transformasi digital bagi ekosistem syariah yang berkelanjutan, dan semua masyarakat Indonesia dapat memiliki literasi yang baik akan penggunaan sistem pembayaran elektronik berbasis syariah,” imbuhnya. [DWI]