Dark/Light Mode

Menteri Teten : Gap Usaha Masih Jadi Kendala UMKM Naik Kelas

Jumat, 3 Desember 2021 21:05 WIB
Business Forum, bertajuk Kewirausahaan dan Kompetensi Peningkatan Capacity Building dalam rangkaian acara Rapimnas KADIN 2021 di Nusa Dua, Bali, Jumat (3/12).(Foto: Dok. Kemenkop UKM)
Business Forum, bertajuk Kewirausahaan dan Kompetensi Peningkatan Capacity Building dalam rangkaian acara Rapimnas KADIN 2021 di Nusa Dua, Bali, Jumat (3/12).(Foto: Dok. Kemenkop UKM)

 Sebelumnya 
Untuk itu pihaknya tengah mengusulkan pendanaan bagi UMKM melalui seed capital (pendanaan tahap awal), yang memungkinkan kapasitas UMKM naik kelas, hingga mendorong peningkatan pembiayaan perbankan ke UMKM mencapai 30 persen di tahun 2025.

“Saya sudah ajukan proposal seed capital ini ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk UMKM inkubasi yang nilainya diusulkan sampai Rp 20 miliar, diharapkan akan banyak UMKM level kecil naik ke level menengah,” sebut Teten.

Kemenkop UKM lanjut Teten, terus melakukan beberapa program dan kebijakan dalam mendorong UMKM naik kelas. Di antaranya membangun factory sharing yang tengah piloting di lima daerah mulai dari sektor furniture, makanan maupun agrobisnis dan lain-lain.

Di mana produksi dilakukan secara makloon, dengan teknologi modern yang tak bisa dilakukan oleh pelaku usaha perorangan.

Baca juga : Menteri Teten Ajak Asosiasi Bangun Korporatisasi Peternak Domba-Kambing Berbasis Koperasi

Ada pula program corporate farming dengan mengkonsolidasikan para petani di lahan sempit, yang tergabung dalam koperasi untuk terhubung dengan pembiayaan agar bisa naik kelas baik dari sisi kuantitas dan kualitas.

Sementara dari sisi market demand-nya, diperkuat melalui belanja pemerintah sebesar 40 persen yang potensinya di APBN naik mencapai Rp 447 triliun.

“Begitu juga dengan Pasar Digital (PaDi) UMKM kerja sama antara Kemenkop UKM dan Kementerian BUMN serta melibatkan 9 perusahaan BUMN yang saat ini nilai transaksinya mencapai Rp 1 triliun,” ungkap Menteri Teten.

Dukungan Pemerintah

Baca juga : Menteri Teten: Gernas BBI Perkuat Transformasi Digital UMKM

 Di kesempatan yang sama, Menaker Ida Fauziyah mengatakan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat sebanyak 123 juta pekerja itu bekerja di sektor UMKM.

“Namun jika didalami, sebagian besarnya masuk ke sektor informal dengan pendidikan rendah tingkat SMP ke bawah. Untuk itu harus ditingkatkan kompetensinya agar UMKM ini cepat naik kelas,” kata Fauziyah.

Sementara Menkominfo Johnny G Plate menekankan, pemerintah terus memperkuat infrastruktur ICT (Information and Communications Technology) dari hulu hingga hilir secara merata dalam menyediakan jaringan telekomunikasi yang memadai. Terutama dalam hal ini kaitannya menuju transformasi digital bagi UMKM.

“Presiden Jokowi memberikan guidance dan directive yang sangat tegas harus memperkecil disparitas digital wilayah. Kita harus menghadirkan ICT Infrastructure di seluruh wilayah Tanah Air, termasuk di desa dan kelurahan di wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal atau 3T,” jelasnya.

Baca juga : Menteri Sofyan Serukan Agar Masyarakat Jauhi Rentenir

Begitu juga Mendikbudristek Nadiem Makarim yang mengajak para pengusaha KADIN untuk turut serta dalam program Kampus Merdeka, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa/i untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minatnya di perusahaan secara langsung. Sehingga dengan begitu terciptanya kompetensi lulusan mumpuni.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menegaskan, perlu membuat model yang tepat dalam membiayai UMKM. Diakui Royke, perhatian pemerintah sudah sangat baik terhadap UMKM. BNI juga mendukung UMKM ekspor lewat Xplora, yakni ekspor dan diaspora.

“Diaspora ini salah satunya kerja sama dengan Kemnaker dengan pekerja indonesia di luar negeri, dengan memberikan pembiayaan yang bunga kecil untuk memulai usaha. Serta mendampingi UMKM untuk ekspor,” pungkas Royke. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.