Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
YouGov: Konsumen Masih Percaya Keunggulan Produk Unitlink
Selasa, 14 Desember 2021 19:27 WIB
Sebelumnya
Upaya edukasi yang dilakukan perusahaan-perusahaan asuransi juga turut diapresiasi. Menggandeng para ahli finansial, edukasi kerap dilakukan di ranah media sosial yang ampuh menarik perhatian masyarakat. Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih paham akan produk-produk keuangan dan asuransi yang ditawarkan. Menurut Kapler, pekerjaan edukasi kepada masyarakat adalah tuga pekerjaan rumah OJK yang harus terus menerus digalakkan,apalagi OJK memiliki bidang khusus Edukasi dan Perlindungan Konsumen.
Kapler juga menekankan perlunya dilakukan evaluasi menyeluruh atas kurikulum pendidikan tenaga pemasar asuransi. Agar ke depan semakin menjadi tenaga-tenaga profesional yang benar-benar andal dan profesional.
Direktur Hukum, Kepatuhan dan Risiko AIA Rista Qatrini Manurung mengatakan, pihaknya mewajibkan tenaga pemasar untuk memasarkan produk sesuai kebutuhan nasabah (needs based selling) melalui NeedsLab. “NeedsLab merupakan platform penjualan yang telah kami rancang untuk memastikan seluruh proses penjualan tenaga pemasar kami sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Baca juga : Survei BI: Optimisme Konsumen Terhadap Ekonomi Menguat
Rista menambahkan, penjualan unitlink memiliki banyak kontrol untuk memastikan bahwa nasabah memahami polis yang dibeli. “Di antaranya melalui pre dan post closing penjualan,seperti adanya ilustrasi, rekaman penjualan (khusus penjualan yang dilakukan secara daring), welcome call, free look period yaitu kurun waktu yang diberikan bagi nasabah untuk mempelajari polisnya, pengiriman ikhtisar polis dan mystery shopping.”
Senada dengan Kapler, AXA Mandiri dan Prudential menyadari pemahaman masyarakat terhadap industri asuransi masih menjadi tantangan tersendiri. Menyadari hal tersebut, AXA dan Prudential memiliki tanggung jawab untuk terus menerus melaksanakan kegiatan literasi.
“Setiap insan asuransi, bukan hanya di AXA Mandiri, tentunya memiliki tanggung jawab untuk melakukan literasi asuransi, yang bertujuan salah satunya untuk meningkatkan kesadaran serta pemahaman akan pentingnya manfaat asuransi dapat tersampaikan dengan baik. Pandemi tidak menyurutkan semangat kami untuk melakukan literasi. Diharapkan dengan semakin tinggi tingkat literasi asuransi, maka semakin banyak masyarakat yang akan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan,” ujar Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo G Kusuma.
Baca juga : STY Soroti Konsentrasi Pemain Jelang Piala AFF
Prudential Indonesia juga aktif mempublikasikan informasi tentang literasi asuransi. Bahkan menggerakkan tenaga pemasarnya untuk melakukan hal yang sama.
Chief Marketing and Communications Officer Prudential Indonesia Luskito Hambali menjelaskan, pihaknya sepenuhnya percaya pada peran tenaga pemasar sebagai garda terdepan perusahaan dalam mengedukasi masyarakat tentang asuransi. “Oleh karena itu, kami fokus mengembangkan profesionalisme dan kapabilitas para tenaga pemasar kami yang juga terbanyak di industri melalui berbagai program pelatihan yang mengutamakan kebutuhan nasabah, dan mendorong mereka untuk membantu kami meningkatkan literasi asuransi serta memberikan pemahaman yang tepat akan jenis dan manfaat perlindungan asuransi jiwa pada masyarakat,” ujarnya.
Luskito melanjutkan, Prudential pun aktif mempublikasikan beragam konten literasi asuransi melalui berbagai platform seperti media sosial dan webinar. “Agar semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingya peran asuransi untuk memberikan mereka peace of mind.”
Baca juga : Kedubes Inggris Luncurkan Program Digital Inklusif
Kontribusi Unitlink
Sementara itu, fakta yang tidak banyak diketahui publik adalah, selain digunakan untuk memberikan perlindungan jiwa dan kesehatan, asuransi juga turut berperan dalam mendukung Pemerintah mencapai sasaran pembangunan melalui penempatan dana pada Surat Utang Negara (SUN) yang merupakan salah satu sumber pendanaan dalam APBN.
Dana yang diperoleh dari penerbitan SUN, dapat digunakan antara lain untuk mendukung proyek pembangunan infrastruktur seperti jalan, rumah sakit, bandara, pelabuhan, dan lain sebagainya. Penempatan dana yang dilakukan Asuransi dan Dana Pensiun tercatat mencapai Rp 644 triliun. Jumlah ini setara dengan 14 persen dari total Surat Utang yang diterbitkan Pemerintah Indonesia. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya