Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ringankan Beban Keuangan

PP Dan Waskita Karya Lego Aset Properti Anak Usaha

Minggu, 23 Januari 2022 06:50 WIB
Waskita Karya. (Foto: Waskita Karya).
Waskita Karya. (Foto: Waskita Karya).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PP (Persero) Tbk dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk menjual aset-aset properti yang dikelola oleh anak perusahaannya. Langkah ini dilakukan untuk meringankan beban keuangan dua perusahaan pelat merah tersebut.

Untuk memuluskan aksi korporasi tersebut, keduanya telah menggandeng PT Danareksa Sekuritas (Persero). Serta meluncurkan program Akselerasi dan Peningkatan Kinerja BUMN Sektor Konstruksi Pasca Pandemi.

Langkah ini memberikan peluang bagi para investor, untuk mengakuisisi persediaan properti yang dimiliki, dikendalikan, dan dikelola oleh BUMN Konstruksi. Melalui mekanisme penjualan persediaan properti (Monetisasi Aset).

Berita Terkait : Gaet Danareksa, Waskita Karya Jual Aset Properti

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mengapresiasi upaya tersebut. Menurut Toto, langkah itu ini salah satu upaya BUMN Konstruksi mengatasi cash shortage. Sebagaimana diketahui, sebagian besar proyek BUMN Konstruksi ini dibiayai dengan instrumen utang.

“Sementara kita tahu dalam dua tahun terakhir bisnis melesu akibat Covid-19, maka mereka butuh aliran fresh money lebih besar,” kata Toto kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Karena itu, lanjutnya, salah satu cara yang bisa dilakukan dengan monetisasi aset properti yang mereka miliki.

Berita Terkait : Usai Digarap KPK, Eks Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri: Tanya Penyidik Ya...

“Waskita terhimpit utang paling besar, maka keberhasilan program monetisasi akan sangat membantu cash flow. Ini diluar program divestasi jalan tol yang terus diupayakan,” ucapnya.

Yang perlu diperhatikan dalam program monetisasi ini, ditekankan Toto, BUMN Konstruksi harus menjaga strategi harga jual.

“Tentu kesan obral harus dihindari. Bagi BUMN Konstruksi, proceed yang diterima dari transaksi ini harus lebih besar dari biaya produksi yang sudah mereka keluarkan,” imbau Toto.

Berita Terkait : Sambut KTT G20, Waskita Karya Percantik Jalan Di Bali Dan Jakarta

Terpisah, SVP (Senior Vice President) Corporate Secretary Waskita Karya Ratna Ningrum berharap, program percepatan ini dapat meningkatkan kontribusi BUMN terhadap APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

“Selain itu, upaya ini sejalan dengan fokus Menteri BUMN Erick Thohir yang akan melakukan transformasi BUMN dua tahun ke depan,” ucap Ratna, di Jakarta, Kamis (20/1).

Optimisme akselerasi kinerja dari program ini berkaca pada laba bersih perusahaan BUMN semester I-2021, yang mencapai Rp 26 triliun. Padahal, pada periode yang sama pada 2020, laba bersih perusahaan BUMN hanya sebesar Rp 6 triliun.
 Selanjutnya