Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tingkatkan Ketahanan Pangan Dan Air Di Jateng, Pemerintah Genjot Pembangunan Bendungan Jragung

Rabu, 12 Januari 2022 16:26 WIB
Presiden Jokowi saat peresmian Bendungan Randugunting, di Blora, Jateng, Rabu (5/1) (Foto: Dok.Setpres)
Presiden Jokowi saat peresmian Bendungan Randugunting, di Blora, Jateng, Rabu (5/1) (Foto: Dok.Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menggenjot pembangunan Bendungan Jragung yang diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan irigasi pertanian masyarakat di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Pembangunan bendungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kedaulatan pangan dan ketahanan air.

Berita Terkait : Pemerintah Godok Persiapan Booster

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan bendungan bertujuan untuk peningkatan volume tampungan air sehingga suplai air irigasi ke lahan pertanian terus terjaga, penyediaan air baku, dan pengendalian banjir.

“Pembangunan bendungan akan diikuti dengan pembangunan jaringan irigasinya, sehingga dengan adanya suplai air yang kontinu dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah menjadi 2-3 kali tanam,” ujar Basuki, dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, Rabu (12/1).

Berita Terkait : Pastikan Aman Dan Efektif, Pemerintah Ajak Masyarakat Vaksinasi Booster

Pengerjaan pembangunan Bendungan Jragung dimulai akhir tahun lalu dan ditargetkan selesai akhir 2023. Bendungan ini diproyeksikan memiliki kapasitas tampung sebesar 90 juta meter kubik dan luas genangan 503,1 hektare. Bendungan ini akan menyuplai air bagi daerah irigasi seluas 4.528 hektare di Kabupaten Semarang.

Selain dimanfaatkan sebagai penyedia air irigasi pertanian, Bendungan Jragung juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku sebesar satu meter kubik per detik untuk menyuplai wilayah Semarang, Demak, dan Grobogan.

Berita Terkait : Tingkatkan Kinerja Dan Ekspor, Menkeu Dorong LPEI Wujudkan Pembangunan Nasional

Bendungan ini juga bermanfaat untuk mereduksi banjir sebesar 45 persen, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas 1.400 kilowatt, serta destinasi wisata air dan argowisata. [SRI]