Dark/Light Mode

Dukung KSAD Berantas Radikalisme, Pengamat Usul Paham Keagamaan TNI-Polri Disurvei

Rabu, 26 Januari 2022 10:56 WIB
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman. (Foto: Antara)
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif Indonesian Muslim Crisis Center (IMCC), Robi Sugara menyambut positif langkah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman yang ikut memelototi pergerakan kelompok-kelompok radikalisme di Tanah Air. 

Menurut Robi, tugas pokok TNI sesuai undang-undang antara lain menegakan kedaulatan negara dan mempertahankan NKRI berdasarkan UUD 45 dan Pancasila. Dan, radikalisme mengancam keutuhan negara.

Baca juga : Puluhan Ormas Lawan Radikalisme, Dukung Polda Tuntaskan Kasus Bahar

"Radikalisme adalah paham yang berpotensi mengganggu keutuhan NKRI, oleh karena itu sudah menjadi kewajiban TNI mencegahnya. Dan saya mengapresiasi langkah itu," kata Robi saat berbincang dengan RM.id, Rabu (26/1).

Menurut dia, ancaman radikalisme akan sangat berbahaya jika sudah masuk pada komponen negara, dan yang paling vital adalah TNI-Polri karena mereka pegang senjata. Karena itu, dia menyarankan dibuat survei paham keagamaan seluruh anggota TNI-Polri.

Baca juga : Kepengurusan Diwarnai Wajah Politisi, Pengamat: Tanda PBNU Semakin Inklusif

Sebelumnya, Dudung memimpin apel jajaran yang diikuti prajurit TNI AD wilayah Jabotabek di Lapangan Monas, Jakarta, kemarin. Apel tersebut diikuti sebanyak 2.655 prajurit dalam rangka memberikan imbauan kepada jajaran prajurit di kesatuannya untuk mampu mengantisipasi perkembangan paham radikalisme. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.