Dark/Light Mode

3 Tahun Dualisme Kepengurusan Tidak Selesai

Kecewa, Jokowi Bubarkan Badan Pengusahaan Batam

Kamis, 13 Desember 2018 17:20 WIB
Presiden RI, Joko Widodo. (Foto : Twitter @Joko Widodo)
Presiden RI, Joko Widodo. (Foto : Twitter @Joko Widodo)

 Sebelumnya 
Kedua belah pihak merasa paling berhak menangani berbagai masalah perizinan. Akibatnya, investor enggan investasi di kawasan tersebut. Bubarkan BP Batam Menko Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan, Presiden Jokowi memutuskan membubarkan BP Batam yang selama ini memegang kendali masalah industri di Batam.

“Salah satu yang berulang itu kewenangan yang dualisme di Batam. Tadi Presiden dan Wapres memutuskan dualisme itu harus dihilangkan,” kata Darmin.

Baca juga : Relawan DC Pro Jokowi Pede Jagoannya Menang Telak Di AS

Kewenangan, lanjut Darmin, diserahkan kepada Pemerintah Kota Batam. Kewenangan BP Batam akan dirangkap Wali Kota Batam. “Dengan demikian sekarang satu tangannya, enggak dua lagi. Itu saja, sederhana sekali,” jelasnya.

Darmin berharap, keputusan pembubaran BP Batam tidak menimbulkan spekulasi negatif. Sebab, langkah diambil Presiden bertujuan untuk mempercepat pengembangan kawasan Batam.

Baca juga : TKN Jokowi Buka Pintu Untuk PBB

Darmin menuturkan, proses pembubaran BP Batam ditargetkan akan selesai pada akhir Desember ini. Sehingga, awal tahun 2019 sudah tidak ada lagi dualisme. “Kita akan usahakan betul. Memang masih harus ada pencatatan macam-macam, ya kan asetnya masih. Bagaimana menyelesaikannya, itu harus disiapkan legalnya, datanya, sebagainya,” jelasnya.

Bagaimana soal KEK? Darmin menjelaskan, tidak ada pembahasan soal itu. Kemungkinan, urusan tersebut nantinya akan diserahkan kepada pemerintah daerah.

Baca juga : Kyai Dan Santri Jangan Takut Sebarkan Informasi Yang Benar

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai, untuk pengembangan Batam diperlukan kemudahan perizinan dan perbaikan infrastruktur. “Selama ini FTZ Batam sepi peminat karena ada kendala perizinan. Hal itu harus diperbaiki agar bisa menarik seperti FTZ China, Malaysia, dan Vietnam,” ungkapnya. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.