Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kinerja 2021 Kinclong, Saham BRIS Diramal Tembus Ke Level 2.000
Senin, 31 Januari 2022 16:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kinerja saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada 2022 diproyeksi bisa kembali menembus level 2.000. Hal ini seiring dengan kinerja BSI yang kian positif, sehingga menjadi prospek bisnis yang kuat ke depan.
President Director of CSA Institute Aria Santoso menjelaskan, sentimen positif dari kinerja BSI dengan kode emiten BRIS sepanjang 2021, menunjukkan pertumbuhan dibandingkan dengan capaian pada 2020 akan mendorong harga saham emiten berkode BRIS tersebut.
"Hal itu akan menjadi katalis positif pergerakan harga saham BRIS pada tahun ini,” ujarnya di Jakarta, Senin(31/1).
Menilik laporan keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia, BSI mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 3,03 triliun pada 2021. Raihan itu naik sekitar 38,42 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya atau secara year on year (YoY).
Dari sisi pembiayaan, BSI berhasil mencatatkan pertumbuhan sekitar 9,32 persen secara YoY menjadi Rp 171,29 triliun dari tahun sebelumnya Rp 156,70 triliun. Dalam penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tabungan Wadiah mengalami penaikan 15,30 persen secara you yang mencapai Rp 34,10 triliun.
Baca juga : Kinerja APBN 2021 Modal Optimisme Perekonomian 2022
Adapun total tabungan nilainya mencapai Rp 99,37 triliun atau naik sekitar 11,60 perse secara yoy. BSI pun berhasil menekan biaya dana atau cost of fund menjadi 2,03 persem dari 2,68 persen.
Aria menjelaskan prospek bisnis BSI. Dia mengatakan, Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, menjadi captive market yang sangat menjanjikan untuk pertumbuhan BRIS.
“Juga rencana pemerintah memperkuat industri keuangan syariah hingga industri halal nasional akan berpengaruh sebagai peluang meningkatnya aktifitas bisnis dan pertumbuhan nasabah BRIS,” ujarnya.
Dengan potensi-potensi tersebut pihaknya memproyeksikan target harga saham BRIS ke depan Rp 2.200. Di sisi lain, Aria pun menjelaskan penghambat kenaikan saham BRIS saat ini. Yaitu adanya kekhawatiran investor akan meningkatnya angka pinjaman bermasalah atau NPF akibat dampak dari pandemi.
Meski begitu, dia memberikan rekomendasi bagi investor bahwa hal tersebut tak perlu terlalu dikhawatirkan. Pasalnya saat ini belum terlihat hambatan tersebut karena adanya program restrukturisasi yang tepat dari manajemen BSI. Selain itu, hingga Desember 2021 perseroan mampu menjaga NPF Nett yang semakin membaik menjadi 0,87 persen.
Baca juga : Torehan Kinerja 2021 Moncer, Jasa Raharja Targetkan Pertumbuhan Signifikan Tahun Ini
Sebagai gambaran, mengutip data perseroan dari laman ir.bankbsi.co.id, terakhir kali saham BRIS menyentuh level 2.000 terjadi pada November 2021. Saat itu level tertinggi hingga mencapai 2.140. Memasuki Desember 2021 hingga kini terus menurun ke level 1.500-an.
Terkait hal itu, Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada mengatakan tidak masalah. Pasalnya BRIS secara fundamental tidak memiliki masalah dalam kinerja.
Dia menyebut perseroan memiliki kinerja perbankan yang baik dengan pertumbuhan pendapatan, laba, dan sejumlah rasio perbankan lainnya. Menurutnya, saat ini grafik dari pergerakan saham BRIS masih cenderung konsolidasi seiring wait and see pelaku pasar terhadap pengembangan bisnis perseroan.
Ke depan, sentimen dari pengembangan industri halal dan juga transformasi digital BSI diharapkan dapat memberikan sentimen positif. Dengan demikian turut memberikan peluang bagi BRIS untuk bisa kembali meningkat harga sahamnya.
“Sekarang kalau bisa bertahan di atas level 1.500, harusnya masih ada peluang untuk bisa kembali ke level 1.800. Dan selanjutnya saya masih optimistis BRIS bisa ke level 2.100 melihat segala potensi yang saya sebutkan tadi,” ujarnya.
Baca juga : Kinerja Kementrian BUMN Kinclong, Elektabilitas Erick Terkerek
Senada, praktisi pasar modal syariah sekaligus pendiri Komunitas Syariah Saham yaitu Asep Muhammad Saepul Islam atau akrab disapa Mang Amsi mengatakan saat ini saham BRIS dalam tahap konsolidasi.
Dia mengatakan dengan melihat data tahunan per 2021, PER BRIS di 15 kali dengan ROE 16 persen. Sehingga, kata dia, nilai wajar menurut perhitungannya untuk saham BRIS sekitar 2.400 karena ada penaikan kinerja hingga akhir tahun lalu.
“Untuk nilai wajarnya saat ini perhitungan saya di level 2.400. Namun dengan catatan terlebih dahulu bisa menembus di atas 1.960, baru terkonfirmasi akan mengalami longterm uptrend,” pungkasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya