Dewan Pers

Dark/Light Mode

BRI Gali Potensi Talenta Digital Lewat BRIBRAIN Academy

Senin, 21 Februari 2022 14:10 WIB
Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI, Indra Utoyo. (Foto: ist)
Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI, Indra Utoyo. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berinisiatif menggali potensi talenta digital Indonesia di bidang data science, artificial intelligence (AI), dan machine learning melalui BRIBRAIN Academy

Hal ini dijalankan lewat kolaborasi dengan berbagai lembaga riset, universitas, hingga komunitas. Inisiatif BRI ini juga selaras dengan isu prioritas Presidensi G20 Indonesia 2022, yang salah satu dari tiga prioritas utamanya adalah literasi digital dan talenta digital. 

G20 menyadari perlunya bekerja sama untuk mewujudkan jaringan digital-people-connectivity. Hal tersebut penting untuk semakin membantu para pelaku usaha dan pelaku bisnis digital untuk tetap inovatif dan sejahtera di era ekspansi ekonomi digital ini.

Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI, Indra Utoyo mengatakan, BRIBRAIN merupakan salah satu pusat otak BRI yang berbasis AI. BRIBRAIN Academy, sambung Indra, dihadirkan sebagai program menyeluruh untuk mengembangkan inisiatif dan memupuk talenta AI. Mereka akan mendapat bekal dan fungsi leadership, R&D (Research and Development), support, dan pelatihan.

Berita Terkait : KAI-DAMRI Kompak Integrasi Antarmoda Lewat Fitur E-Moda KAI Access

Diharapkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, BRI dapat mengembangkan kapabilitas BRIBRAIN. "Terutama melalui penciptaan inovasi yang value-driven, melatih dan mempersiapkan talent pool dalam bidang AI sekaligus memperkaya keragaman data yang dimiliki BRI,” jelas Indra dalam keterangan resminya, Senin (21/2).

BRIBRAIN Academy menyediakan open sandbox, sehingga talenta-talenta AI dan partner kolaborasi dapat mencoba pengolahan data hingga membuat model, dengan menggunakan real financial use cases dari BRI.

Menurut Indra, kehadiran BRIBRAIN Academy juga akan semakin memperkuat kapabilitas digital BRI. Seperti meningkatkan risk management excellence dan cybersecurity melalui credit scoring hingga fraud and risk analytics.

Adapun wujud kolaborasinya yakni melalui penyelenggaraan kompetisi Financial Data Challenge 2022 bersama PT Sharing Vision. Kompetisi tersebut membuka peluang bagi seluruh mahasiswa hingga praktisi Data Science dan AI, untuk mendapat kesempatan bekerja di BRI dan membangun kapabilitas AI bagi industri keuangan.

Berita Terkait : Jokowi: Potensi Pasar Digital Kita Besar, Jangan Sampai Kuenya Diambil Orang

Sebagai bank hibrid, selama ini BRI telah memadukan kekuatan jaringan fisik yang didukung lebih dari 9.000 kantor cabang, e-channels, serta lebih dari 500 ribu agen Laku Pandai BRILink. "Kekuatan tersebut didukung dengan kapabilitas digital yang telah berkembang pesat dalam lima tahun perjalanan transformasi digital BRI," kata Dimitri.

BRI meyakini, BRIBRAIN dapat menyempurnakan customer engagement dan menciptakan smart service and operational yang solutif bagi segala kebutuhan nasabah.

Founder Expert Sharing Vision sekaligus dosen STEI ITB Dimitri Mahayana mengatakan, BRI telah menjadi yang terdepan di industri perbankan dalam mengembangkan pemanfaatan AI/ML (Machine Learning). 

“BRI terus meningkatkan layanan keuangan sehingga kegiatan ini penting diikuti oleh talenta AI dari berbagai lapisan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Berita Terkait : Wali Kota Bekasi Tersangka, KPK Lepas 5 Lainnya

Nantinya, peserta diminta untuk membangun model analisis data hingga evaluasi berdasarkan data set yang diberikan. Di mulai sejak 14 Februari 2022, kompetisi ini dapat diikuti oleh seluruh praktisi Data Science dan AI dari seluruh Indonesia. [DWI]