Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
CP Aramco Naik, LPG Non Subsidi Dinilai Perlu Penyesuaian
Jumat, 25 Februari 2022 13:52 WIB
Sebelumnya
Mamit menggarisbawahi, yang dinaikkan adalah harga LPG NPSO. Sementara untuk LPG 3 kg subsidi, masih tetap sama sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditentukan oleh pemerintah setempat.
Menurut Mamit, penyesuaian harga ini bisa menjadi peluang bagi PLN terkait dengan program kompor induksi yang saat ini sedang gencar disosialisasikan. Ada ruang kosong yang bisa diisi oleh kompor induksi PLN.
Baca juga : Steven Musa Akhiri Sosialisasi Perda Di Penjaringan
"Saya kira peluang terjadinya migrasi di pengguna LPG NPSO ke kompor induksi jika ada penyesuaian harga sangat memungkinkan. Hal akan membantu PLN dalam mendorong terjadinya peningkatan konsumsi listrik rumah tangga di tengah masih over supply listrik untuk wilayah jawa dan sumatera" beber Mamit.
Dia juga mewanti-wanti, konflik yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina saat ini akan mendorong kenaikan harga komoditas di pasar global seperti harga minyak dunia maupun harga acuan LPG CP Aramco dalam waktu dekat ini. Hal ini perlu diantisipasi stakeholder dengan mengambil tindakan yang dianggap perlu.
Baca juga : Waspada, Penularan Omicron di DKI Didominasi Klaster Perumahan
Berapa besaran kenaikan harga LPG non subsidi? Mamit meminta Pertamina untuk tidak menaikkannya terlalu tinggi dan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.
"Saya kira kenaikan di Rp 2.000 per kilogram masih bisa diterima oleh para pengguna LPG non subsidi. Apalagi pengguna LPG non subsidi adalah masyarakat golongan menengah ke atas. Jadi tidak masalah dan tidak perlu ada gejolak terkait kenaikan harga LPG non subsidi ini," tandasnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya