Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Potensi Ekonomi Digital Yang Menggirukan Perlu Dukungan Keamanan Data

Sabtu, 5 Maret 2022 15:43 WIB
Ilustrasi keamanan data. (Foto: Ist)
Ilustrasi keamanan data. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi digital yang diperkirakan senilai 146 miliar dolar AS pada 2025. Bahkan, menurut Presiden Jokowi kontribusi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan naik delapan kali di 2030, yaitu di angka Rp 4.531 triliun. 

Hal ini tentunya perlu diimbangi dengan kualitas jaringan di seluruh Tanah Air. Juga tak kalah pentingnya adalah regulasi yang mendukung agar hal itu tercapai dengan baik.

Menurut Anggota Komisi I DPR, M Farhan, di balik potensi yang menggiurkan itu ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama. Hal ini terkait dengan keamanan data dan juga kualitas jaringan. 

"Industri telekomunikasi diharapkan sudah menyiapkan instrumen manajemen dan teknis untuk melakukan perlindungan data pribadi," kata anggota Komisi I M Farhan seperti ditulis Sabtu (5/3).

Baca juga : Dongkrak Ekonomi, Pemerintah Terus Tingkatkan Penyaluran KUR Bagi UMKM

Menurut dia, hal ini sangat penting mengingat Indonesia memasuki masa transformasi digital. Farhan membeberkan adanya masalah kebocoran data dengan berbagai model. Dia mencontohkan penjualan database ke darkweb, termasuk ancaman pencurian data lain yang tak terlihat.

"Bagaimana platform digital melakukan microtargeting, kemudian membuat alogaritma memengaruhi keputusan orang lain," kata Farhan.

Dikatakannya, terkait kualitas jaringan, saat ini segala macam kegiatan termasuk perdagangan sudah terintegrasi ke dunia maya. Bukan hanya di kota tapi juga sudah merambah hingga pelosok yang mencoba memasarkan produknya memanfaatkan internet.

Karenanya, kualitas jaringan yang ada perlu didukung dengan perlindungan data. Hal ini menjadi sangat penting seperti kegiatan niaga di e-commerce dan semacamnya yang rentan ancaman kebocoran.  

Baca juga : Kemenag Segera Lakukan Penguatan Peran Masjid

Menurutnya salah satu solusi adalah dengan regulasi yang kondusif dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi (PDP).

Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Sarwoto Atmosutarno menyebut internet yang berkualitas pastinya akan menimbulkan akselerasi ekonomi digital, di mana pemanfaatan sosial media, toko online, hingga pelayanan pemerintahan semuanya membutuhkan jaringan internet.

"Kita semua sepakat transformasi ekonomi digital, e-government harus maju. Karena kalau operator sudah sehat, maka melayani akses data internet dengan baik, di manapun dan masyarakat akan ikut menikmati untuk kegiatan ekonomi dan sosialnya," ujar Sarwoto.

Sarwoto juga menyinggung munculnya persaingan di industri telekomunikasi dan akhirnya harga bandwidth menjadi lebih turun dari sebelumnya. Akibatnya, operator menghitung ulang untuk menaikkan nilai dari perusahaannya agar tetap bertahan dalam memberikan layanan akses internet kepada masyarakat.

Baca juga : Teken Kerja Sama, AdMedika Perluas Layanan Kesehatan Ke Surabaya

Sarwoto menilai, dukungan kemudahan konsolidasi operator tidak cukup dalam meningkatkan akses internet ke publik, tetapi pemerintah juga harus mengkaji regulasi yang sudah tidak keekonomian di masa kini. Misalnya, saat operator melakukan pembangunan menara atau menarik kabel maka akan muncul beban-beban yang diberikan pemerintah, khusus oleh pemerintah daerah,” katanya. "Pemda itu kan suka sekali bebani dengan PNBP, iuran membangun menara, menarik kabel itu kan banyak sekali iuran yang ditanggung," paparnya.

Padahal, pembangunan infrastruktur tersebut tujuannya untuk meningkatkan kualitas layanan internet di masyarakat di berbagai wilayah. "Kalau bandwidth internet tersedia dengan baik, kecepatan lebih tinggi, kualitas lebih baik, maka masyarakat itu bisa gunakan untuk macam-macam kegiatan," tutur Sarwoto. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.