Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pabrik Beroperasi Normal, Pupuk Iskandar Muda Ucapkan Terima Kasih Ke Menteri ESDM

Minggu, 13 Maret 2022 15:23 WIB
Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Budi Santoso Syarif. (Foto: Ist)
Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Budi Santoso Syarif. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pabrik PIM-2 yang sebelumnya dikabarkan berhenti mati, dipastikan sudah siap beroperasi kembali untuk mengamankan pasokan pupuk terutama di wilayah Sumatera Bagian Utara. 

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Budi Santoso Syarif di Jakarta, Minggu (13/3). “Kami tegaskan kembali, bahwa pabrik PIM-2 tidak mengalami kendala pasokan gas. Saat ini pasokan gas dari Medco kami yakinkan baik-baik saja. Jumat kemarin sempat mati karena ada kendala teknis di internal, namun kini sudah siap berjalan normal kembali,” tegas Budi. 

Budi mengapresiasi, langkah-langkah yang dilakukan Kementerian ESDM selama ini untuk mengamankan pasokan gas untuk beroperasinya pabrik-pabrik PT PIM. “Kami sangat berterima kasih atas upaya-upaya yang dilakukan oleh Menteri ESDM yang saat ini juga tengah mengupayakan datangnya lima kargo yang diperuntukan bagi reaktivasi PIM-1,” katanya. 

Dukungan yang diberikan Menteri ESDM untuk reaktivasi ini memang sangat luar biasa, apalagi di tengah situasi sulit akibat konflik di Eropa Timur dimana banyak negara justru sedang mengalami kekurangan pasokan gas. “Komunikasi kami dengan Kementerian ESDM dan juga SKK Migas cukup intens terkait hal ini”, tegasnya. 

Berita Terkait : Garuda Indonesia Ogah Buru-buru Kerek Tiket

Budi juga menjelaskan bahwa reaktivasi Pabrik PIM-1 yang dilakukan beberapa waktu lalu, menggunakan LNG sisa dari alokasi kargo tahun 2021. “Alhamdulillah, pihak Kementerian ESDM akan mengupayakan pengalihan kargo dari tempat lain agar bisa digunakan oleh PIM-1," kata Budi. 

Sambil menunggu kargo, pabrik dimatikan dulu untuk melakukan kegiatan perawatan dan perbaikan. “Karena pabrik sudah lama mati, jadi perlu dilakukan perawatan dengan lebih cermat," tambahnya. “Berkat pasokan gas yang ada, PIM-1 sudah bisa beroperasi lagi setelah mati suri selama 10 tahun, namun saat ini memang kami matikan lagi dan alokasi gasnya kami gunakan sebagai cadangan bagi PIM-2,” kata Budi. 

Lebih lanjut Budi menambahkan bahwa PT PIM di tahun 2022 menargetkan produksi urea sebesar 640 ribu ton. “Kami cukup optimis target tersebut dapat tercapai bila pasokan gas dan tambahan kargo bisa kami dapatkan," katanya. PIM juga sedang melakukan diversifikasi produk dengan membangun pabrik NPK berkapasitas 500 ribu ton per tahun. 

“Dengan adanya pabrik baru dan dukungan kuat dari Kementerian ESDM dalam penyediaan gas untuk reaktivasi PIM-1, insyaallah kami dapat semakin mantap mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan pupuk, terutama di wilayah Sumatera Bagian Utara,” katanya. 

Berita Terkait : Hari Perempuan Internasional, Halodoc Tunjuk Felicia Kawilarang Sebagai CMO

PIM sendiri saat ini mempunyai stok pupuk dari Lini 1 hingga Lini 3 sebesar 60.563 ton. Angka tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan di wilayah tanggung jawab PT PIM hingga sebulan ke depan. “Jadi pasokan pupuk, khususnya pupuk subsidi, aman sesuai alokasi,” tegas Budi.

Sementara itu PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong program reaktivasi PIM­-1 sebagai upaya peningkatan kapasitas produksi pupuk nasional.

SVP Komunikasi Korporat, Wijaya Laksana mengatakan, reaktivasi ter­sebut tidak mungkin terlaksana tanpa dukungan Kementerian ESDM dan SKK Migas.

“Kementerian ESDM sudah me­nyiapkan pasokan LNG untuk melan­carkan reaktivasi PIM­1. Pabrik ini sudah 10 tahun lebih mati, dan akhir­nya pada bulan Februari lalu, pabrik ini bisa dihidupkan kembali. Ini ten­tunya sebuah usaha yang luar biasa, apalagi di saat terjadinya krisis energi dunia yang mana tentunya ada sektor lain yang menjadi prioritas kebutuhan energi,” kata Wijaya.

Berita Terkait : Jalani Cuti Jelang Bebas, Angelina Sondakh: Terima Kasih Allah Telah Menampar Saya

Ia menambahkan, bahwa agar PIM­-1 bisa terus beroperasi ke depannya, di­butuhkan pasokan gas yang cukup dan Pupuk Indonesia maupun PIM terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM.

“Pihak ESDM sudah mengupayakan kargo LNG agar PIM­1 bisa hidup kembali. Hal ini kami sadari butuh proses dan perlu waktu, tapi kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan kepada industri pupuk, sehingga kami bisa mengoperasikan lagi PIM­1,” kata Wijaya. [DIT]