Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kiai-Ulama Berperan Gelorakan Semangat Kebangsaan Santri

Sabtu, 19 Februari 2022 17:13 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar bertemu kiai. (Foto: ist)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar bertemu kiai. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Para kiai dan ulama di lembaga pendidikan keagamaan, berperan strategis menggelorakan semangat kebangsaan dan rasa cinta Tanah Air kepada santri.

"Pesantren membangun semangat cinta Tanah Air, "hubbul wathan minal iman”," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (19/2).

Kata Boy Rafli, hal tersebut dapat bermanfaat untuk menanggulangi penyalahgunaan narasi-narasi keagamaan oleh jaringan radikalis dan teroris dalam rangka menarik simpati serta menjerumuskan masyarakat Indonesia agar menjadi bagian dari mereka.

Berita Terkait : Konsolidasi FKPPI Bali, Bamsoet Ingatkan Pentingnya Semangat Bela Negara

"Kita paham mengenai narasi-narasi yang dibangun oleh jaringan radikal dan teroris. Salah satunya, mengangkat narasi yang berkaitan dengan agama," tuturnya.

Lebih lanjut, Boy Rafli pun menyampaikan sejumlah kiai dan ulama terdahulu telah membantu menggelorakan semangat cinta Tanah Air sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Hal itu, ujar dia, dilakukan oleh mereka untuk menjaga kesatuan bangsa Indonesia dengan membangun semangat kebangsaan.

"Seperti yang dicontohkan oleh para kiai dan ulama yang salah satunya, KH Muhammad Hasyim Asy'ari," ujarnya Boy Rafli.

Berita Terkait : Syarief Hasan Ingin Generasi Milenial Tanamkan Nilai Kebangsaan

Berkenaan dengan peran strategis kiai dan ulama itu, BNPT di tahun 2022 senantiasa mengupayakan pencegahan dan penanggulangan terorisme dengan konsep pentahelix atau kolaborasi multipihak. Salah satunya diwujudkan melalui penguatan kerja sama dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama.

Sebelumnya, pada Rabu (16/2), telah ditempuh oleh BNPT melalui silaturahim kebangsaan di dua pesantren di Pasuruan, Jawa Timur, yakni Pesantren Sidogiri pimpinan KH Ahmad Fuad Noerhasan dan Pesantren Ngalah pimpinan KH Sholeh Bahruddin.

Selanjutnya, BNPT berkomitmen untuk mengajak lebih banyak pihak agar dapat bekerja sama dan berkolaborasi melalui konsep multipihak (pentahelix), termasuk lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal, serta para pemuka agama dan pesantren. [DIT]