Dewan Pers

Dark/Light Mode

RI Dan Singapura Kompak Bangkitkan Perekonomian Di Bidang Pariwisata & Transisi Energi

Rabu, 16 Maret 2022 21:32 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Tan See Leng. (Foto: Humas Ekon)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Tan See Leng. (Foto: Humas Ekon)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hingga saat ini, Singapura masih menjadi negara mitra ekonomi utama Indonesia di bidang investasi dan perdagangan.

Total Foreign Direct Investment (FDI) yang berasal dari Singapura pada tahun 2021 mencapai 9,3 miliar dolar AS, dan tersebar tidak kurang pada 16.760 proyek.

Sementara itu, volume perdagangan bilateral antara dua negara mencapai 27 miliar dolar AS. Hal ini memperlihatkan eratnya hubungan kedua negara.

Berita Terkait : RI-Singapura Eratkan Kerja Sama Di Bidang Pariwisata Dan Transisi Energi

Dalam rangka terus memperkuat hubungan bilateral pada bidang perekonomian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Tan See Leng.

Pembahasan dilakukan terkait perkembangan situasi pandemi Covid-19 dan upaya pemulihan ekonomi, kerja sama dalam sektor energi baru terbarukan, serta penerapan travel bubble dan Vaccinated Travel Lane Singapura – Indonesia.

Isu perkembangan dunia, terutama dampak dari perang Rusia dan Ukraina juga menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Berita Terkait : Perang Rusia-Ukraina Tak Banyak Pengaruhi Perekonomian RI, Ini Faktanya

Sebagai upaya untuk menggerakkan kembali sektor pariwisata Indonesia dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, Indonesia telah meresmikan travel bubble antara Batam, Bintan dan Singapura pada pertemuan Leaders’ Retreat di Bintan tanggal 25 Januari 2022.

Menanggapi skema travel bubble tersebut, pemerintah Singapura telah meresmikan Vaccinated Travel Lanes (VTL) by Sea untuk mengakodomasi kunjungan bebas karantina. Menggunakan transportasi jalur laut menuju Batam dan Bintan.

"Pada 23 Februari 2022, telah dilakukan perjalanan pertama wisatawan dari Singapura menuju Nongsa Batam dengan mekanisme travel bubble. Pada 25 Februari 2022, sudah ada wisatawan yang melanjutkan perjalanan ke Lagoi Bintan,” ungkap Menko Airlangga.

Berita Terkait : Wapres Pastikan Ketersediaan Pangan Jelang Puasa dan Lebaran Aman

Menko Airlangga menyampaikan harapan, agar pemerintah Singapura dapat lebih mempromosikan skema travel bubble tersebut.

Sejak pelayaran perdana bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) menggunakan skema travel bubble dan VTL by Sea pada tanggal 23 Februari 2022 menuju Batam dan tanggal 25 Februari 2022 menuju Bintan, terdapat lebih dari 200 PPLN menuju Batam dan 500 PPLN menuju Bintan yang telah berkunjung atau melakukan pendaftaran.

Namun demikian, pemerintah Singapura masih menetapkan kuota per minggu sebanyak 350 orang dari Batam, dan 350 orang dari Bintan menuju Singapura.
 Selanjutnya