Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Semoga Tak Ada Kelangkaan Pupuk
Imbas Perang Ukraina, Pemerintah Batasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi
Selasa, 5 April 2022 15:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah akan membatasi penyaluran pupuk bersubsidi. Menyusul lonjakan harga yang dipicu oleh konflik Rusia Vs Ukraina.
Dalam konferensi pers virtual hari ini, Airlangga menyebut, harga pupuk Urea sudah mencapai 1.000 dolar AS per ton. Sementara untuk potasium dan KCL, Indonesia impor dari Ukraina.
Baca juga : Kendaraan Pemerintah Dan BUMN, Tolong Jangan Pakai BBM Bersubsidi
"Presiden minta perhatian untuk kenaikan harga pupuk. Pupuk yang disubsidi seperti Urea dan NPK kini mulai dibatasi," kata Airlangga dalam konferensi pers virtual, Selasa (5/4).
Politisi Golkar ini juga menyampaikan pesan Jokowi, agar subsidi pupuk tepat sasaran.
Baca juga : Petinggi Instansi Pemerintah Siap-siap Bakal Dilengserkan
"Para petani diharapkan bisa menerima harga pupuk. Sehingga, tidak memicu kelangkaan pupuk dan ketersediaan pangan tetap aman," tandasnya.
Selain itu, pemerintah akan melakukan pembatasan terkait komoditas. Prioritasnya adalah padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabe, tebu rakyat, dan kakao. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya