Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Gaet Multipihak, BKSDA Sumsel Kawal Penyediaan Koridor Gajah Sumatera

Jumat, 8 April 2022 21:38 WIB
Gajah Sumatera. (Foto: ist)
Gajah Sumatera. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Selatan menggandeng multipihak untuk mengawal penyediaan koridor (jalur jelajah) gajah Sumatera di kawasan Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Kepala BKSDA Sumsel Ujang Wisnu Barata mengatakan upaya ini sudah dilakukan dengan melaksanakan studi ilmiah di lokasi tersebut yang melibatkan APP Sinar Mas, perusahaan konsesi, Perkumpulan Jejaring Hutan dan Satwa (PJHS), dan Universitas Pakuan.

“Kajian ini sangat bermanfaat untuk secara bersama-sama mendorong rencana aksi untuk penyediaan koridor gajah Sumatera di Padang Sugihan,” kata dia Ujang saat membuat kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait kajian koridor gajah sumatera Padang Sugihan di Palembang, Kamis (7/4) lalu.

Baca juga : Kemenperin Minta Industri Jalankan Kewajiban Penyediaan Migor Curah

Bagi BKSDA, kajian ini juga bermanfaat untuk mendorong segera dikeluarkannya SK pengelolaan Koridor Gajah Sumatera di wilayah tersebut, agar nantinya program-program konservasi menjadi lebih konkrit.

Sementara itu, Ketua Forum Konservasi Gajah Indonesia Donny Gunaryadi menyambut baik lahirnya kajian mengenai koridor gajah di kawasan Padang Sugihan OKI. Menurutnya, hasil dari kajian ini dapat menjadi rujukan banyak pihak untuk mendapatkan cara praktik terbaik dalam menjaga eksosistem gajah.

“Di tingkat tapak, gajah itu tidak mengenal batas konsesi dan lainnya. Jadi memang harus ditemukan cara terbaik agar gajah tetap bisa hidup di wilayah produksi, terutama di Padang Sugihan,” kata dia.

Baca juga : Kenya Buka Kedubes, Wapres Harapkan Peningkatan Kerja Sama Bilateral

Ketua Perkumpulan Jejaring Hutan dan Satwa (PJHS) Syamsuardi mengatakan PJHS yang terlibat langsung dalam pengumpulan data dan pembuatan kajiannya. Bahkan, pihaknya telah memberikan masukan kepada PT KEN dan sejumlah mitra pemasok dari PT OKI Pulp & Paper Mills yang memiliki wilayah produksi di Padang Sugihan, agar menjaga pergerakan gajah tetap berlangsung secara alami di konsesi HTI akasia perusahaan.

“Khususnya saat gajah melintas dari wilayah Utara menuju selatan begitu juga sebaliknya,” kata dia. 

Kegiatan pengumpulan informasi ini dilakukan melalui rapid survey dengan cara berjalan kaki dan menggunakan camera trap dan drone, 22-26 November 2021. PJHS dalam menghasilkan kajian Studi Koridor Gajah di Jalan menuju Seaport Tanjung Tapa di Kabupaten Ogan Komering Ilir memantau pergerakan gajah dan menganalisis kesesuaian habitat di sana. 

Baca juga : Polri Kawal Ketersediaan Minyak Goreng Di Pasaran

Menurutnya, kawasan konsesi HTI akasia ini merupakan kantong habitat penting untuk gajah di Sumatera Selatan yang perlu diselamatkan. 

Diharapkan perusahaan membantu memulihkan koridor gajah melalui beberapa intervensi seperti pengayaan pakan, membuat jalur-jalur pergerakan gajah yang tidak ditanami akasia dan dibiarkan adanya tumbuhan alami.

Kemudian, membuat menara pemantauan, pembuatan jembatan kanal/ gorong gorong yang didesain sedemikian rupa sehingga gajah nyaman saat melintas.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.