Dark/Light Mode

Mampu Menggerakkan Ekonomi Nasional

BRI Perkuat Ekosistem Digital Pelaku UMKM

Senin, 11 April 2022 07:30 WIB
Pelaku UMKM menata tas anyaman eceng gondok yang dipamerkan dalam Bazaar Klaster Mantriku di halaman Kantor DPRD Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (11/3/2022). Kegiatan yang diselenggarakan Persatuan Istri Wakil Rakyat DPRD Jawa Tengah bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan Rumah BUMN itu menampilkan 40 UMKM binaan unggulan sebagai upaya membangkitkan gairah UMKM di Jawa Tengah yang terdampak pandemi COVID-19. (ANTARA FOTO/Aji Styawan/nym).
Pelaku UMKM menata tas anyaman eceng gondok yang dipamerkan dalam Bazaar Klaster Mantriku di halaman Kantor DPRD Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (11/3/2022). Kegiatan yang diselenggarakan Persatuan Istri Wakil Rakyat DPRD Jawa Tengah bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan Rumah BUMN itu menampilkan 40 UMKM binaan unggulan sebagai upaya membangkitkan gairah UMKM di Jawa Tengah yang terdampak pandemi COVID-19. (ANTARA FOTO/Aji Styawan/nym).

 Sebelumnya 
Sepanjang 2021, kredit yang disalurkan BRI kepada pelaku usaha ultra mikro telah menembus angka Rp 202,12 triliun. Atau setara 19,39 persen dari total kredit yang diberikan BRI sepanjang 2021.

Kredit Rp 202,12 triliun untuk pelaku usaha UMi disalurkan kepada nasabah yang mendapat layanan dari tiga entitas pada Holding Ultra Mikro, yaitu BRI, PNM, dan Pegadaian. Secara makro, sambung Sunarso, kesuksesan di level mikro itu mampu berkontribusi dalam mendukung perekonomian nasional. Pembentukan pembiayaan pada sektor UMI menegaskan peran BRI menjadi katalisator bagi ekonomi rakyat.

“BRI membuktikan mampu mencatatkan kinerja bisnis perusahaan yang baik, pelayanan publik yang maksimal. Sekaligus menjadi motor dalam mendorong tumbuhnya UMKM,” tukas Sunarso.

Baca juga : Bangkitkan Ekonomi, PLN Dorong Pemanfaatan Limbah FABA

Ekonom sekaligus Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengamini bahwa penyaluran kredit BRI ke sektor UMKM, akan berdampak bagus kepada pemulihan ekonomi.

Hal ini terjadi jika UMKM yang meraih permodalan tersebut mulai menaikkan produksi, maka mereka otomatis akan menambah tenaga kerja.

Namun secara nasional, sambung Eko, penyaluran kredit perbankan nasional ke UMKM hanya sebesar 19,68 persen dari total kredit. Angka ini masih jauh dari target Pemerintah sebesar 30 persen hingga tahun 2024.

Baca juga : Pesut Etam Prioritas Cari Pelatih Asing

“Daya beli belum sepenuhnya pulih, jadi permintaan produk UMKM masih terbatas. Jika ingin cepat pulih, maka menggerakkan ekonomi di level UMKM menjadi pilihan utamanya,” kata Eko kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Untuk itu, Pemerintah mendorong agar bank-bank pelat merah menaikkan pagu kredit UMKM. Dan BRI adalah salah satu bank yang dinilai mampu dan sanggup mencapai target tersebut.

“Bahkan BRI menargetkan penyaluran kredit UMKM hingga 85 persen,” ucapnya.  [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.