Dark/Light Mode
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam bulan Ramadhan kali ini semakin banyak orang melakukan aktifitas suluk, yang ditandai dengan usaha untuk hijrah dari tradisi kehidupan yang bebas bahkan glamor menjadi lebih alim dan shalih. Namun, perlu diingat bahwa menjadi salik (spiritual traveler) tidak gampang. Seorang salik terlebih dahulu harus membulatkan tekad untuk “mewakafkan” hidupnya untuk beraktifitas menjadi suluk untuk selamanya, bukan hanya temporer misalnya hanya di dalam bulan suci Ramadhan.
Baca juga : Menggapai Ibadah Khusyuk (2)
Menjadi praktisi suluk tidak mesti harus meninggalkan kehidupan dunia dengan segala lika-likunya. Tidak sedikit orang berhasil menjalani kehidupan suluk, tetapi juga tetap menjadi dirinya sendiri berhasil sebagai pebisnis, pejabat, seniman, atau aktifis kehidupan duniawi lainnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.