Dark/Light Mode
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Untuk menjadi seorang salik, pertama kali harus menyadari kelemahannya sebagai manusia. Ia harus belajar dan mencari directions, yang bisa menuntun dirinya agar tujuannya bisa tercapai dengan baik.
Baca juga : Menempuh Jalan Suluk (1)
Calon salik tidak perlu banyak menggunakan logika dan rasionya dalam menentukan pilihan sebagai salik, karena itu bisa menghambat atau memperlambat perjalanan panjang yang harus ia lalui.
Baca juga : Menggapai Ibadah Khusyuk (2)
Ia harus mengkondisikan batinnya untuk bersedia menjalani pilihan hidupnya sebagai salik dengan segala konsekwensinya. Di tengah jalan, ia tidak boleh menciptakan jalan bercabang, yang membuatnya gagal mencapai tujuannya. Seorang salik juga harus memperhitungkan keberlangsungan kehidupan dan keutuhan keluarganya. Bukanlah salik yang benar dirinya memperoleh kepuasan hakikat, sementara keluarganya berantakan. Bahkan jalan hidup seperti itu tidak sejalan dengan ajaran Islam yang ideal sebagaimana dicontohkan Nabi dan para sahabatnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.