Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menkop UKM: Usaha Kecil Bukan Ngurus Kerupuk Lagi, Tapi Teknologi
Selasa, 26 April 2022 00:14 WIB
Sebelumnya
Dia berjanji untuk mendukung pelaku UMKM dan UKM. Para pelaku usahanya akan didampingi. "Akan kita kembangkan kita juga akan bekerja sama dengan para importir yang selama ini masih impor kita ingin mereka untuk bisa memproduksinya di dalam negeri," tegasnya.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan seluruh kementrian/ lembaga, pemerintah daerah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menghentikan pembelian barang impor dan mengoptimalisasi pembelian produk dalam negeri (PDN).
Baca juga : Moeldoko: Pembangunan IKN Bukan Lagi Prioritas, Tapi Superprioritas
"Memastikan satu juta produk UMKM masuk e- katalog pada tahun ini juga. Hal itu sejalan dengan penguatan Inpres Nomor 2 tahun 2022," katanya.
Lebih jauh ditegaskan bahwa acara Business Matching ini dianggap penting. Karena mencairkan beberapa kendala yang menyebabkan produk dalam negeri belum mendapat pasar dari anggaran kementrian/lembaga, BUMN dan pemerintah daerah.
Baca juga : Berdampak Pada Energi Dan Pangan, Perlu Langkah Nyata Sikapi Perubahan Iklim
Sekeaar informasi, Business Matching I yang digelar di Nusa Dua Bali pada 22-24 Maret 2022 menghasilkan komitmen pemerintah untuk belanja PDN mencapai Rp 214,1 triliun. Ada 15 kementerian/lembaga yang tercatat sebagai penyumbang terbesar dari komitmen belanja produk barang dan jasa UMKM di dashboard Kemenperin.
Di antaranya, Kementerian PUPR, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kominfo, Kementerian Perhubungan, Kementerian Agama, dan Kepolisian. Selain itu ada Kementerian Hukum dan HAM, Kemendikbudristek, Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perindustrian, Kemenkop UKM, dan Badan Pusat Statistik. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya