Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Kami melihat peluang pada Agen BRILink dalam kegiatan operasional sehari-hari. Di mana dalam rangka memfasilitasi para Agen BRIlink yang mengalami short cash liquidity untuk penyediaan dana, BRI dan Bank Raya bekerja sama menyediakan fasilitas instant financing atau pinjaman berupa dana talangan yang dapat digunakan agen untuk memenuhi permintaan transaksi pelanggan,” jelas Kaspar.
Pengajuan Pinang Paylater yang dilakukan oleh Agen BRILink diharapkan dapat memenuhi kebutuhan transaksi Agen maupun kebutuhan peningkatan modal kerja Agen BRILink.
Dari sisi simpanan, porsi CASA terhadap penghimpunan dana pihak ketiga berhasil meningkat menjadi sebesar 45,20 persen.
Baca juga : Pasar Khawatir Kenaikan Suku Bunga The Fed, Rupiah Rontok
Hingga saat ini, Bank Raya mencatatkan pertumbuhan nasabah baru sebanyak kurang lebih 450.000 nasabah melalui pembukaan rekening dan fitur saku yang terdapat pada Raya Digital Saving.
Jumlah nasabah baru tersebut didorong oleh kemudahan yang ditawarkan oleh aplikasi Raya 2.0 yang telah diluncurkan pada 22 Februari 2022, dengan pembukaan rekening per hari mencapai sekitar 20.000 rekening.
Selain itu, pembukuan pendapatan pada kuartal pertama ini berdampak pada membaiknya rasio profitabilitas yaitu return on asset (ROA) sebesar 3,45 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar 0,47 persen.
Baca juga : Dana Hibah PSR Signifikan Ringankan Beban Petani
Sementara itu, rasio return on equity (ROE) tercatat sebesar 9,11 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,74 persen.
Fungsi intermediasi Bank Raya juga ditunjukkan melalui Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) yang memadai sebesar 90,02 persen, dengan struktur permodalan yang solid, sebagaimana ditunjukkan oleh rasio kewajiban pemenuhan modal minimum (KPMM/CAR) sebesar 25,87 persen.
Ke depan, Bank Raya akan terus melanjutkan transformasi dengan memperkuat infrastruktur teknologi agar dapat beroperasi sebagai bank digital secara penuh.
Baca juga : SMI Raih Pembiayaan Hingga Rp 27,05 T Per Maret 2022
“Perseroan akan mengadopsi teknologi terkini dan tentunya berkolaborasi dengan kekuatan ekosistem yang dimiliki oleh BRI Group,” kata Kaspar.
Hal ini juga akan dibarengi dengan pengelolaan talenta digital terdepan sebagai salah satu aset terpenting Perseroan dalam seluruh aktivitas operasionalnya. Penting bagi Bank Raya, untuk terus mengembangkan ekosistem digital kami dengan target pasar gig economy melalui pendekatan komunitas.
“Kami juga terus melihat peluang-peluang kolaborasi dengan pemain-pemain tekfin yang unggul di industri untuk dapat mendukung penguatan Perseroan sebagai bank digital terbaik di Indonesia,” pungkas Kaspar. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya