Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jasa Raharja Tingkatkan Manajemen Risiko Perusahaan

Senin, 18 April 2022 12:15 WIB
Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Jerry Marmen. (Foto: Ist)
Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Jerry Marmen. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Manajemen risiko (risk management) di suatu perusahaan harus bertransformasi menjalankan fungsi intelligence. Hal ini dilakukan untuk memperoleh peluang di depan, sehingga bisa meningkatkan nilai perusahaan.

Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Jerry Marmen mengatakan, dengan dukungan big data dan berkolaborasi bersama unit strategis, manajemen risiko mendukung proses manajemen.

Berita Terkait : Amandemen Sudah Dikubur Dalam-dalam

"Dukungan manajemen risiko tersebut melalui check and balance guna meningkatkan value bagi perusahaan," katanya dalam webinar bertajuk 'Mewujudkan keunggulan kompetitif melalui sinergi penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC)' yang diselenggarakan PT Jasa Raharja, dikutip Senin (18/4).

Pria yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama KB Bukopin itu menjelaskan, manajemen risiko perusahaan juga bisa dimanfaatkan dalam menghadapi potensi persaingan usaha dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang bersifat free flow of capital, free flow of labour, dan free flow of product and services.

Berita Terkait : Literasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan UMKM

Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi PT Jasa Raharja Amos Sampetoding mengatakan, penerapan GRC yang efektif dan terukur dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan mendukung keberlangsungan usaha.

"Webinar GRC bertujuan sebagai upaya menerapkan risk culture dan risk awareness seluruh pegawai PT Jasa Raharja serta peningkatan wawasan bidang manajemen risiko," bebernya.
 Selanjutnya