Dark/Light Mode

Industri Pelayaran Ngarep Tarif Angkut Di Sektor Energi Bisa Naik

Jumat, 13 Mei 2022 18:36 WIB
Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto. (Foto: Ist)
Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
WKU I DPP INSA Darmansyah Tanamas menilai, meski harga minyak dan batu bara terus mengalami kenaikan namun pelayaran nasional tidak ikut menikmati.

Freight pelayaran, kata dia, tidak mengalami perubahan yang signifikan, karena tidak ada penyesuaian tarif angkutan dari SKK Migas maupun dari perusahaan penambang minyak dan batubara selaku mitra kerja pelayaran nasional.

Baca juga : Mahfud Ikut Diserbu Netizen

"Seyogyanya kita saling terbuka dan menghargai isi kontrak dengan prinsip kesetaraan terutama dalam melakukan penyesuaian harga freight pada angkutan minyak, gas dan batubara," tuturnya.

Seperti diketahui, minyak mentah dunia merupakan komoditas yang mengalami fluktuasi harga tajam di saat pandemi. Sempat tertekan di awal pandemi, harga minyak mentah dunia perlahan terus merangkak naik di 2021.

Baca juga : DKI Kaji Pembelajaran Online

Minyak jenis Brent melesat 50,12 persen sepanjang 2021, sedangkan pada jenis light sweet (West Texas Intermediate/WTI) harganya melonjak 55 persen. Penaikan ini merupakan yang tertinggi sejak 2016.

Penguatan harga minyak mentah dunia terus berlanjut hingga 2022. Hal yang sama terjadi komoditas batu bara. Harga batu bara dunia meroket 85,63 persen sepanjang tahun 2021 dan ditutup di 151,75 dolar AS/ton. Tren penaikan harga batu bara ini masih juga berlanjut pada awal tahun ini. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.