Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ini Usul Bos KADIN Antisipasi Krisis Global Akibat Perang Rusia-Ukraina

Sabtu, 14 Mei 2022 18:58 WIB
Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid. (Foto: Ist)
Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Konflik geopolitik Rusia dan Ukraina mengakibatkan munculnya krisis global di tengah pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Tak hanya itu, konflik politik juga telah berimbas dan menyebabkan terjadinya krisis pangan global. Hal ini merupakan ancaman yang lebih berat bagi dunia saat ini.

Menurut Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid, fenomena ini dikhawatirkan akan berdampak sistemik baik berupa krisis sosial maupun politik. KADIN akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam upaya pencegahan dan meminimalisir krisis pangan.

“Sehingga tidak berdampak menjadi krisis sosial, yang kemudian bisa menjadi krisis politik dalam negeri,” kata Arsjad dalam keterangannya, Sabtu (14/5).

Berita Terkait : Antisipasi Arus Balik Lebaran, KSP: Pemerintah Selalu Siaga

Arsjad juga menambahkan, KADIN akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah, terutama dalam penguatan ketahanan pangan Indonesia terutama di sektor pertanian. KADIN memiliki program pendampingan UMKM dengan skema close loop yang ditujukan untuk membina para petani, serta menciptakan kerja sama antara perusahaan besar maupun kecil dengan para petani di Indonesia.

“Harapannya program iklusif close loop ini dapat meningkatkan ketangguhan petani di Indonesia di tengah tantangan inflasi dan perubahan iklim,” ujarnya.

Walaupun dampak inflasi di Indonesia relatif kecil dibanding dengan inflasi global dan di negara lain, kata dia, Indonesia tetap harus bersiap diri dan mengantisipasi terhadap imbas inflasi global. Dibutuhkan gotong royong, dialog sosial dan kerja sama antara berbagai pihak termasuk pemerintah, pelaku usaha, buruh untuk menghadapi tantangan krisis ini.

Berita Terkait : Abramovic Fokus Damaikan Perang Rusia-Ukraina

Menurut dia, kerja sama antar negara juga sangat penting. Indonesia dalam hal ini memegang peran yang kritikal dalam mempererat kerja sama ekonomi international ini, terutama melalui presidensi G20. KADIN sebagai penyelenggara Business Forum B20, mengajak seluruh negara anggota G20 untuk ikut dalam dialog perumusan solusi pemulihan dan penguatan ekonomi global.

Tidak hanya itu, Indonesia melalui B20 tahun ini berkomitmen untuk memerangi pandemi dan ekonomi krisis ini melalui hasil kerja yang konkret dan nyata melalui investasi dan proyek kerja sama lainnya di bidang transisi energi, infrastruktur kesehatan, digital dan inklusif ekonomi.

Arsjad mengatakan, KADIN juga menyambut baik adanya Indo-Pacific Agreement untuk menjalin kedekatan antara Indonesia dengan Amerika. Walaupun hingga saat ini masih belum ada keterangan secara pasti terkait isi persetujuan tersebut, Indonesia harus mempersiapkan segala kemungkinan dan memanfaatkannya sebagai kerja sama dalam menunjang pembangunan ekonomi, terutama untuk perluasan akses pasar, peningkatan perdagangan dan investasi.

Berita Terkait : Luncurkan Laporan Tahunan HAM, AS Sebut Perang Brutal Rusia Di Ukraina

Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dengan populasi 1/3 dari total populasi ASEAN, Indonesia memiliki peluang yang besar untuk menjadi katalisator pemulihan ekonomi global, terutama dalam memajukan negara-negara berkembang di tengah krisis global yang sedang dihadapi dunia.
 Selanjutnya