Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ini Alasan RI Dukung Resolusi MU-PBB Tentang Serangan Rusia Ke Ukraina

Senin, 21 Maret 2022 22:32 WIB
Webinar mengenai membahas kebijakan luar negeri Indonesia terhadap konflik Rusia Ukraina.
Webinar mengenai membahas kebijakan luar negeri Indonesia terhadap konflik Rusia Ukraina.

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia telah mempertimbangan alasan mendasar dalam menyampaikan posisinya untuk mendukung resolusi Majelis Umum PBB tentang Invasi Rusia ke Ukraina.

Demikian disampaikan Dubes A Agus Sriyono, Dubes Dr. Darmansjah Djumala dan Dubes Bagas Hapsoro dalam diskusi yang digelar International Politics Forum, pada Minggu malam (20/3).

Mengawali paparannya di depan para pemerhati politik luar negeri, akademisi, dan mahasiswa, Agus Sriyono, Dubes RI untuk Tahta Suci Vatican (2016-2020), menguraikan peristiwa invasi Rusia ke Ukraina dalam konteks PBB dari sisi makro.

Yakni penjelasan tentang peta persuaraan dalam voting di SMU-PBB. Terdapat tiga kelompok negara, yaitu: pro-resolusi, menolak resolusi dan abstain.

Berita Terkait : IPU Dukung Perdamaian Rusia-Ukraina

Pembicara berikutnya, Dr. Darmansjah Djumala, Dubes RI untuk Austria/Wakil Tetap RI untuk PBB di Wina (2017-2021) menguraikan tentang aktualisasi dari politik luar negeri (polugri) yang bebas-aktif. Pada momen ini, ia memaparkan alasan RI mendukung resolusi dan apa dasar keputusan tersebut.

Pembicara lainnya adalah Bagas Hapsoro, Dubes RI untuk Kerajaan Swedia merangkap Republik Latvia (2016-2020). Ia menjelaskan mengenai dampak ekonomi serangan Rusia ke Ukraina, baik secara global maupun nasional Indonesia.

Sidang Dewan Keamanan PBB

Agus Sriyono memberikan gambaran umum situasi negara-negara yang memberikan suara (voting) di DK-PBB dan Sidang Majelis Umum PBB (SMU-PBB). Dijelaskan bahwa serangan militer Rusia ke Ukraina itu sebenarnya sudah dimulai sebelum 23 Februari 2022 berupa serangan-serangan sporadis.

Berita Terkait : Biden Bakal Ingatkan Xi, Jangan Sekali-kali Dukung Rusia Dalam Perang Ukraina

Baru kemudian pada 24 Februari 2022 malam Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan sebuah operasi militer khusus di wilayah Donbass yang meliputi daerah Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur.

Kemudian, AS dan Albania merancang resolusi DK-PBB. Yang intinya menyatakan keprihatinan mendalam terhadap agresi Rusia ke Ukraina yang melanggar Pasal 2 ayat (4) Piagam PBB. Yaitu ancaman terhadap integritas teritorial negara yang berdaulat.

Dalam pemungutan suara DK-PBB tersebut, 11 negara mendukung resolusi, 3 abstain dan 1 menentang (Rusia).

Selanjutnya, dalam forum Sidang Majelis Umum sebanyak 90 negara anggota PBB, termasuk Indonesia mengajukan rancangan resolusi (ranres) di Majelis Umum.

Berita Terkait : Menkominfo Beri Penghargaan Pejuang Telekomunikasi Pada Korban Serangan KKB Di Papua

Ranres yang diberi judul Agresi terhadap Ukrainamemuat kecaman terhadap Rusia yang melakukan operasi militer khusus ke Ukraina.
 Selanjutnya