Dark/Light Mode

Komite Pedagang Pasar: Mobil Tangki Sedikit, Distribusi Migor Curah Di NTT Sempat Terhambat

Selasa, 17 Mei 2022 14:44 WIB
Proses distribusi Migor Curah di NTT. (Dok. Istimewa)
Proses distribusi Migor Curah di NTT. (Dok. Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Distribusi Minyak Goreng Curah dengan harga Rp 14.000 perliter dan Rp15.500 perkilo di Kupang Nusa Tenggara Timur, sempat mengalami kendala karena minimnya mobil tangki pengangkut Minyak Goreng Curah di wilayah tersebut.

Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad mengatakan, selain kurangnya mobil tangki minyak Goreng, seluruh agen dan pedagang di wilayah NTT juga tidak memiliki tangki penampung migor.

"Sehingga distribusi sempat sedikit tersendat ke agen dan pedagang, bagaimana harga migor bisa merata dan turun harga?" kata Rosyid kepada wartawan.

Baca juga : Gandeng Komite Pedagang Pasar, RNI Distribusikan Minyak Goreng Ke NTT

Dia menjelaskan, mobil tangki yang sudah pihaknya sediakan terpaksa bertahan di setiap satu pasar dan melayani pembelian baik dari agen dan pemilik warung secara langsung.

Ini dilakukan karena agen dan pedagang tidak memiliki tangki penampung. Untuk itu, disarankan agen dan pedagang membeli jeriken ukuran 20 kilogram (kg) dan toren air ukuran sekitar 1.000 kg. 

Namun kata dia, hanya sedikit agen dan pedagang yang siap membeli jeriken dan toren air.  Dan masih banyak yang belum tersalurkan minyak goreng curah ke agen atau pedagang dan masyarakat.

Baca juga : Jelang Lebaran, Pasar Tani Kementan Di NTT Laris Diserbu Warga

Melihat kondisi tersebut di lapangan, Komite Pedagang Pasar KPP bersama Gerakan Aspirasi Masyarakat dan Pedagang GASMAP, langsung bekerja sama dengan seluruh perkumpulan paguyuban UMKM, suku, etnis, elemen organisasi dan lintas agama di NTT, untuk bisa bersama-sama menyiapkan ribuan jeriken kosong dengan ukuran 5 kg dan 25 Kg, toren air kapasitas minimal 1,5 ton dan drum kapasitas ratusan kilo.

Jeriken yang terkumpul itu diisi semua dengan minyak goreng curah, jadi kalau ada pedagang dan masyarakat yang ingin membeli minyak goreng curah takaran berapapun dengan cara ditukar jeriken.

"Cara ini lebih cepat distribusinya sehingga mobil tangki bisa melakukan distribusi ke pasar lain dan penjualan eceran kanvasing ke warga, sekaligus kami data untuk dijadikan pelanggan dan langsung dibentuk titik lokasi distibusi terpusat di setiap kota kabupaten sampai kecamatan se NTT" tegasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.