Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Kadin Bidik Pasokan Jagung Untuk Industri Pakan Dan Peternak Lokal

Rabu, 3 Juli 2019 23:54 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (tengah) menjadi pembicara pada diskusi Kadin tentang jagung di Menara Kadin, Rabu (3/7). (Foto: Ist)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (tengah) menjadi pembicara pada diskusi Kadin tentang jagung di Menara Kadin, Rabu (3/7). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka -
Kebutuhan pangan berbasis protein hewani akan sangat tergantung oleh ketersediaan dan harga pakan. Di mana 80 persen bahan bakunya berupa komoditas jagung. 

Hingga saat ini Indonesia dinilai belum juga mampu mewujudkan ketahanan pangan nasional, termasuk protein hewani secara mencukupi. Berdasar pada hal itu, Komite Tetap Ketahanan Pangan Kadin Indonesia menggelar diskusi dengan tema “Strategi Pemanfaatan Jagung untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional Berbasis Protein Hewani 2019 – 2024,” di Menara Kadin Indonesia, Rabu (3/7).
 

Baca juga : Disuntik Insentif, Industri Oleokimia Kian Menarik

Hadir dalam acara tersebut Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Ketua Dewan Jagung Indonesia Fadel Muhammad.


Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Perkebunan Rudyan Kopot menyebutkan, selain teknologi produksi terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk meningkatkan produktivitas komoditas jagung nasional mulai dari pembibitan, pupuk yang memadai dan ekonomis, pemanfaatan limbah dari perkebunan jagung  hingga stabilitas harga pasar.

Baca juga : Prabowo Minta Pendukungnya Untuk Mementingkan Keutuhan Bangsa

Menurutnya, naik turunnya harga jagung cenderung akan berdampak pada naik turunnya harga daging dan telur ayam ras. 

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, harga acuan di konsumen jagung mencapai Rp 3.750 per kilogram.

Baca juga : Ada Honor Tambahan Untuk Menteri Lukman, Saat Isi Materi di Jatim

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menyebutkan dampak Positif Perpres harga dasar jagung antara lain tidak ada kekhawatiran kekurangan jagung saat paceklik, justru diperkirakan terjadi over supply. Selain itu, industri pakan cenderung berlomba meningkatkan kapasitas serap/produksi.

Berdasarkan data dari Badan Prognosa Ketahanan Pangan, sepanjang 2019 total kebutuhan jagung untuk industri pakan mencapai 8.590.000 ton dan peternak lokal mencapai 2.916.033 ton. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.