Dark/Light Mode

Pelonggaran Prokes Bakal Kerek Mobilitas Wisatawan

Minggu, 22 Mei 2022 06:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Sumber ekon.go.id).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Sumber ekon.go.id).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelonggaran protokol kesehatan (prokes) dinilai sudah tepat. Sebab, kasus Covid-19 di Tanah Air faktanya sudah menurun. Kebijakan itu akan memberi dampak positif untuk perekonomian.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy menilai, pelong­garan penggunaan masker, kegiatan masyarakat, tes Covid-19 sebagai syarat perjalanan do­mestik dan internasional, meru­pakan strategi Pemerintah secara bertahap untuk mengubah status pandemi menjadi endemi.

Baca juga : DPR Minta Masyarakat Waspada Di Keramaian

Menurut Yusuf, kebijakan itu sudah tepat diambil Pemerintah karena faktanya penanganan pandemi sudah jauh lebih baik. Jumlah orang menerima vak­sin semakin banyak dan makin banyak fasilitas penanggulangan pandemi disediakan Pemerintah.

“Dengan kondisi demikian artinya dampak pandemi ke perekonomian sudah lebih kecil. Dan, proses pemulihan ekonomi bisa semakin signifikan,” kata Yusuf kepada Rakyat Merdeka.

Baca juga : Moeldoko: Pelonggaran Aturan Masker Jangan Bikin Kita Euforia

Hasil positif dari makin bai­knya penanganan pandemi, papar Yusuf, bisa dilihat dari kinerja Perekonomian kuartal pertama tahun ini yang tumbuh positif. Bahkan, ekonomi In­donesia tumbuh lebih baik jika dibandingkan dengan pertumbu­han pada periode yang sama di tahun lalu.

“Dengan pelonggaran yang kembali dilakukan Presiden Jokowi, potensi ekonomi tum­buh hingga mendekati 5 persen di tahun ini semakin terbuka lebar,” sambungnya.

Baca juga : WTON Selesaikan Produksi Bantalan Kereta Cepat Jakarta Bandung Lebih Cepat

Yusuf menuturkan, semua sektor akan diuntungkan dengan pelong­garan prokes. Sektor yang selama ini proses pemulihannya masih relatif lambat akan sedikit terbantu kebijakan pelonggaran ini.

“Seperti sektor pariwisata, ho­tel, restoran dan tempat hiburan,” lanjut Yusuf.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.