Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pelonggaran protokol kesehatan (prokes) dinilai sudah tepat. Sebab, kasus Covid-19 di Tanah Air faktanya sudah menurun. Kebijakan itu akan memberi dampak positif untuk perekonomian.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy menilai, pelonggaran penggunaan masker, kegiatan masyarakat, tes Covid-19 sebagai syarat perjalanan domestik dan internasional, merupakan strategi Pemerintah secara bertahap untuk mengubah status pandemi menjadi endemi.
Baca juga : DPR Minta Masyarakat Waspada Di Keramaian
Menurut Yusuf, kebijakan itu sudah tepat diambil Pemerintah karena faktanya penanganan pandemi sudah jauh lebih baik. Jumlah orang menerima vaksin semakin banyak dan makin banyak fasilitas penanggulangan pandemi disediakan Pemerintah.
“Dengan kondisi demikian artinya dampak pandemi ke perekonomian sudah lebih kecil. Dan, proses pemulihan ekonomi bisa semakin signifikan,” kata Yusuf kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : Moeldoko: Pelonggaran Aturan Masker Jangan Bikin Kita Euforia
Hasil positif dari makin baiknya penanganan pandemi, papar Yusuf, bisa dilihat dari kinerja Perekonomian kuartal pertama tahun ini yang tumbuh positif. Bahkan, ekonomi Indonesia tumbuh lebih baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode yang sama di tahun lalu.
“Dengan pelonggaran yang kembali dilakukan Presiden Jokowi, potensi ekonomi tumbuh hingga mendekati 5 persen di tahun ini semakin terbuka lebar,” sambungnya.
Baca juga : WTON Selesaikan Produksi Bantalan Kereta Cepat Jakarta Bandung Lebih Cepat
Yusuf menuturkan, semua sektor akan diuntungkan dengan pelonggaran prokes. Sektor yang selama ini proses pemulihannya masih relatif lambat akan sedikit terbantu kebijakan pelonggaran ini.
“Seperti sektor pariwisata, hotel, restoran dan tempat hiburan,” lanjut Yusuf.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya