Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ciptakan Inovasi Sanitasi

Kota Bandung Raih Penghargaan Dari Kementerian PPN

Rabu, 25 Mei 2022 20:30 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa (kanan) kepada Wali Kota Bandung, Yana Mulyana (tengah) pada acara Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN), dirangkaikan dengan pemberian penghargaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL), di Jakarta, Rabu (25/5).
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa (kanan) kepada Wali Kota Bandung, Yana Mulyana (tengah) pada acara Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN), dirangkaikan dengan pemberian penghargaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL), di Jakarta, Rabu (25/5).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kota Bandung meraih penghargaan Inovasi, Peningkatan Akses Sanitasi Melalui Bang Kasep (Bangga Kagungan Septic Tank) dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa kepada Wali Kota Bandung, Yana Mulyana pada acara Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN), dirangkaikan dengan pemberian penghargaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Award, di Jakarta, Rabu (25/5).

Atas hal tersebut, Wali Kota Bandung mengucapkan syukur atas penghargaan yang diraih untuk Kota Bandung. Hal itu membuktikan, pemerintah pusat memperhatikan inovasi yang dilakukan oleh Kota Bandung.

“Alhamdulilah Bang Kasep diapresiai oleh pemerintah pusat soal sanitasi. Jadi lewat program ini mudah-mudahan dengan diberikannya penghargaan ini berarti bisa segera tuntaskan terkait ODF (Open Defecation Free) di Kota Bandung,” ujar Yana.

Ia menambahkan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait selain sosialisasi juga membangun secara berkala soal septic tank komunal, yang harapannya bisa 100 ODF di Kota Bandung.

Berita Terkait : Keren, PGE Boyong 9 Penghargaan K3 Dari Kemnaker

“Saat ini cukup masif lewat beberapa dinas, selain sosialisasi juga membangun Septic Tank komunal, sehingga harapannya bisa ODF 100 persen,” kata Yana.

Atas hal itu, Pemkot Bandung butuh dukungan dan partisipasi masyarakat juga para pengusaha untuk membangun Kota Bandung.

“Itu pasti, karena Pemkot Bandung tidak bisa membangun kota sendiri, butuh partisipasi beberapa pihak untuk kepedulian termasuk pengusaha di Kota Bandung untuk memberikan CSR,” katanya.

Soal air minum, lanjut Yana, PDAM Tirtawening terus mendorong untuk menambah sumber air baku.

“Kami terus mendorong PDAM untuk minimal untuk menambah sumber air baku. Kalau percepatan Sambungan Rumah (SR), tapi air bakunya kurang lalu ambil air baku pelanggan sebelumnya tentu pelayanan tidak bisa maksimal,” tuturnya.

Berita Terkait : Andika Janji Optimalkan Pengamanan Di IKN

“Beberapa upaya tersebut kami dorong, kami harap dalam beberapa waktu dekat ada sumber air baku untuk Kota Bandung,” imbuh Yana.

Di tempat yang sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menerangkan, sebagai aksi nyata yang berkelanjutan bahwa sanitasi harus tetap berjalan.

Secara layak akses tersebut merupakan penyediaan infrastruktur layanan dasar.

“Aksi nyata sanitasi aman berkelanjutan. Akses air minum sanitasi yang layak dan aman sebagai salah satu indikator. Juga merupakan penyediaan infrastruktur layanan dasar RPJMN 2020-2024,” katanya.

“Tahun 2045 misi transformasi ekonomi, di dalamnya air minum dan sanitasi berpesan penting sehingga menyelematkan masyarakat ketersediaan air,” tuturnya.

Berita Terkait : APP Sinar Mas Borong Penghargaan Manajemen Keselamatan Dari Kemnaker

Menurutnya, perlu kolaborasi yang kuat untuk memperbaiki sanitasi. Pandemi tentu menjadi pelajaran bahwa pentingnya air minum dan sanitasi yang memadai karena itu perlu diselesaikan dengan integrasi.

“Akses air minum dan sanitasi tentu menjadi prioritas semua penting dalam kegiatan ekonomi hingga kesehatan,” bebernya.
 Selanjutnya