Dewan Pers

Dark/Light Mode

Naik 46 Persen, Nilai Transaksi GOTO Tembus Rp 140 Triliun

Senin, 30 Mei 2022 22:14 WIB
kantor GOTO. (Foto: Ist)
kantor GOTO. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengalami pertumbuhan yang cukup solid di berbagai lini layanan produknya. Hingga kuartal I-2022, GOTO mencatat gross transaction value (GTV) senilai Rp 140 triliun, atau naik 46 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara pendapatan bruto GOTO juga naik 53 persen menjadi Rp 5,2 triliun. Hal ini seiring monetisasi pada segmen e-commerce dan on-demand yang lebih baik, serta didorong naiknya mobilitas, pasca pelonggaran kegiatan masyarakat hingga 70 persen dibanding tahun lalu.

Pendapatan bersih GOTO mencapai Rp 1,5 triliun atau naik 7,14 persen dari sebelumnya Rp 1,4 triliun. Tahun lalu, pendapatan bruto GOTO tumbuh 45 persen yoy mencapai Rp 17,1 triliun dari Rp 11,85 triliun, sementara pendapatan bersih naik 9 persen menjadi Rp 5,30 triliun dari Rp 4,82 triliun.

Di kuartal I-2022 ini juga, rugi EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) yang disesuaikan turun 14 basis poin menjadi Rp 5,4 triliun dibandingkan dengan kuartal IV-2021 sebesar Rp 6,2 triliun. Angka ini mencerminkan adanya tren penurunan kerugian berkat upaya monetisasi perusahaan yang lebih baik, serta optimalisasi biaya pengeluaran.

Berita Terkait : Dongkrak Daya Saing, Investasi Telkom Di GOTO Diklaim Untung Rp 949 Miliar

Chief Executive Officer (CEO) GOTO, Andre Sulistyo mengatakan, bisnis GOTO terus berkembang di kuartal I-2022. Di mana GOTO terus memanfaatkan momentum pertumbuhan, sekaligus akselerasi efisiensi dan profitabilitas.

“Target kami di kuartal II-2022, guidance-nya GTV diharapkan bisa mencapai di rentang Rp 142-150 triliun. Pendapatan bruto di angka Rp 5,3-5,6 triliun,” sebutnya dalam konferensi pers paparan kinerja GOTO secara virtual, Senin (30/5).

Andre menggarisbawahi momentum monetisasi tersebut sudah sangat berkembang dengan baik di kuartal I-2022. Sehingga pihaknya optimistis, momentum pertumbuhan ini akan berlanjut di kuartal-kuartal yang akan datang.

“Hasil investasi, efisiensi biaya, menjadi effort kami menekan dana operasional diharapkan terus berlanjut. Sehingga percepatan peningkatan profitabilitas akan menjadi fokus tim kami. Karena ini sudah terlihat baik di kuartal I-2022 ini,” yakin Andre.

Berita Terkait : Anggaran Pemilu 2024, Badan Adhoc Telan Rp 34,4 Triliun

Saat ini fokus GOTO, lanjutnya, ada pada monetisasi. Sebab, hal itu turut berkontribusi pada membaiknya margin EBITDA yang naik 70 basis poin. Selain itu, dari sisi jumlah tahunan pengguna bertransaksi sepanjang dua belas bulan terakhir tumbuh 29 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya mencapai 65 juta.

Rata-rata pembelanjaan meningkat sebesar 18 persen secara tahunan. Jumlah pesanan (order) tumbuh 41 persen secara tahunan mencapai lebih dari 656 juta pesanan. "Kami baru bergabung setahun akan terus berinvestasi secara bijak dan memperkuat sinergi dengan memperbesar skala ekonomi dan meningkatkan efisiensi biaya," tuturnya.

Dari sisi fintech dalam ekosistem GOTO, Gopay melesat paling tinggi yakni 91 persen menjadi Rp 77,31 triliun dari sebelumnya Rp 40,54 triliun. Disusul on-demand naik 39,48 persen menjadi Rp 14,45 triliun dari Rp 10,36 triliun dan e-commerce naik 27,66 persen, menjadi Rp 65,13 triliun dari sebelumnya Rp 51,02 triliun.

Andre mengatakan, sepanjang 2021, perusahaan secara konsisten menjalankan rencana bisnis dengan baik, sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan di setiap lini bisnis dan peningkatan margin secara keseluruhan. “Pembentukan GOTO, dari kombinasi Gojek dan Tokopedia, menempatkan kami dalam posisi yang lebih baik lagi untuk melayani konsumen,” ujarnya.

Berita Terkait : Transformasi Jitu, Laba Bersih BRI Group Tembus Rp 12,22 Triliun Dalam 3 Bulan

Seiring dengan komitmen semakin memperdalam integrasi bisnis, sambung Andre, pihaknya mampu meningkatkan efisiensi operasional, menghadirkan peluang bisnis dengan pendekatan multi platform serta berinvestasi bagi pertumbuhan dan profitabilitas GOTO.

Ia menegaskan, perusahaan mampu mencetak kinerja yang kuat, dengan didukung oleh sinergi ekosistem. Fokus GOTO mendorong penggunaan antara platform-platform terdepan ini.

“Misalnya, kami telah mendorong Gopay menjadi uang elektronik yang paling banyak digunakan di Tokopedia, memperkenalkan penyelarasan status program loyalitas di Gojek dan Tokopedia, serta mengkonsolidasi sistem poin penghargaan kami, Gopay Coins, di seluruh ekosistem,” jelas Andre.

Chief Financial Officer (CFO) Grup GOTO, Jacky Wei-Jye Lo menambahkan, perusahaan menutup 2021 dengan tingkat pertumbuhan tahunan yang baik. Seperti terlihat dari pertumbuhan GTV dan pendapatan bruto proforma yang masing-masing mencapai 40 persen dan 45 persen. “Integrasi Gojek, Tokopedia dan GOTO Financial secara lebih menyeluruh diharapkan mampu membawa berbagai manfaat, dan kami pun telah melakukan integrasi lintas platform sejak bulan Mei 2021,” katanya.