Dewan Pers

Dark/Light Mode

Luaskan Area Layanan Di Karawang, PPLI Gelar Sosialisasi AMDAL

Kamis, 23 Juni 2022 11:14 WIB
Kegiatan sosialisasi AMDAL PT PPLI di Aula Hotel Akshaya, Karawang, Jawa Barat Kamis (22/6). (Foto: Istimewa)
Kegiatan sosialisasi AMDAL PT PPLI di Aula Hotel Akshaya, Karawang, Jawa Barat Kamis (22/6). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) terus berupaya meningkatkan layanan dalam pengolahan limbah industri di Indonesia. Salahsatunya dengan meluaskan area pengolahannya selain dari yang sudah ada di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Bogor.

Dari sekian banyak lahan yang di survei PPLI, lahan di Desa Karanganyar, Kecamatan Klari Kabupaten Karawang menjadi salah satu yang memenuhi persyaratan secara geologi dan kontur lahan.

Dalam upaya memenuhi kewajiban pembukaan kawasan industri, sosialisasi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) sangat penting. Untuk itu, PPLI menggelar kegiatan tersebut dengan menghadirkan sejumlah stakeholder  termasuk perwakilan masyarakat yang berada dalam lokasi terdekat dengan perusahaan.

"Ini merupakan tanggungjawab yang harus dilaksanakan perusahaan kepada masyarakat. Masyarakat berhak tahu apa yang akan dilakukan perusahaan di kawasan tersebut dan apa dampak positif atau negatif yang akan diterima masyarakat atas keberadaan perusahaan kami di sini," ujar Manajer Humas PPLI, Arum Tri Pusposari di kegiatan sosialisasi AMDAL di Aula Hotel Akshaya, Karawang, Jawa Barat Kamis (22/6).

Berita Terkait : Serukan Perdamaian, Cak Imin Gandeng Mufti Rusia Gelar Tabligh Akbar

Diungkapkan Arum, apa yang akan diterapkan PPLI di Karawang sama seperti apa yang telah dilakukan perusahaan selama ini di dua desa sekitar perusahaan. Yaitu, di Desa Nambo dan Bantarjati Kecamatan Klapanunggal Bogor.

"Trackrecord kami di Klapanunggal bisa diikuti jejak digitalnya. Semua terekam oleh media-media mainstream," imbuhnya.

Beragam program tengah dirancang PPLI untuk pabrik baru di Karawang. Pertama, pihaknya akan mencari karyawan sesuai klasifikasi perusahaan dimulai dari masyarakat sekitar, bila tidak ditemukan baru mencari di luar daerah ini.

Kedua, kegiatan-kegiatan pemberdayaan sebagai bentuk tanggungjawab sosial juga menjadi perhatian perusahaan.

Berita Terkait : Kemenkumham Pangkas Proses Legalisasi Dokumen

"Tentu yang terpenting menjamin kegiatan pengolahan yang dilakukan perusahaan aman dan tak mengganggu aktivitas serta kehidupan masyarakat sekitar. Justru kami berharap keberadaan perusahaan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di sini," katanya.

Gayung bersambut, Sekertaris Camat Klari, Agus, menyambut baik kedatangan PT. PPLI di Karawang. Kehadiran perusahaan asal Jepang ini, diharapkan bisa menjadi jalan keluar terhadap permasalahan limbah industri di daerahnya.

"Saya dengar, PPLI ini perusahaan pengolahan limbah yang bagus dengan teknologi yang canggih. Mudah-mudahan, ini menjawab masalah limbah di Kabupaten Karawang," ujar Agus.

Pun, PPLI diharapkan bisa menampung tenaga kerja di empat desa yang nantinya akan didirikan tempat pengolahan limbah terbaru PPLI.

Berita Terkait : Kominfo Kudu Gencar Sosialisasi

Empat desa tersebut antara lain, Karanganyar, Curug, Mulyasari, dan Mulyasejati. Hal senada disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup, Wawan Setiawan. Harapannya, PPLI menjadi rujukan ribuan perusahaan yang sudah berdiri di Karawang dalam urusan tata kelola limbah.

Wawan mencatat, ada 2.168 perusahaan berdiri di Kabupaten Karawang. Tidak sedikit dari perusahaan tersebut yang menghasilkan limbah berbahaya. Masalahnya, perusahaan tersebut tidak secanggih, sebagus, dan semahal PPLI dalam pengolahan limbah yang dilakukan PPLI.

Untuk diketahui, PPLI rencananya akan menempati lahan seluas kurang lebih 60 hektar di Desa Karanganyar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Di tempat ini, akan dilengkapi fasilitas serupa dengan PPLI di Klapanunggal, Bogor. Yaitu, mulai dari layanan transportasi, daur ulang, pengolahan limbah padat dan cair hingga penimbunan akhir  atau landfill. ■