Dark/Light Mode

Survei Zebra Technologies

60 Persen Staf Gudang Di Dunia Nilai Teknologi Bikin Kerja Lebih Mudah

Rabu, 29 Juni 2022 22:31 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Zebra Technologies Corporation belum lama ini melakukan penelitian global terbaru bertajuk "Warehousing Vision Study". Penelitian dilakukan untuk mendalami tren dan sentimen yang mendorong keputusan operasional dan anggaran di sektor pergudangan.

Hasil penelitian itu mengungkapkan, operator pergudangan mengucurkan investasi yang signifikan agar mereka bisa memenuhi kebutuhan pelanggan dan pekerja dengan lebih baik.

Sekaligus, memudahkan mereka mendapatkan karyawan untuk mengisi lowongan pekerjaan yang tersedia. Survei yang dilakukan pada Januari dan Februari 2022 ini mengumpulkan masukan dari lebih dari 1.500 pembuat keputusan dan staf pergudangan di seluruh dunia.

Di Asia Pasifik, pasar yang disurvei untuk penelitian ini adalah Australia, China, India, Jepang dan Singapura. Hampir 9 dari 10 operator gudang di dunia setuju, mereka harus mengimplementasikan teknologi baru untuk memiliki daya saing di ekonomi berdasarkan permintaan ini.

Sebanyak 80 persen mengonfirmasi bahwa pandemi mendorong mereka untuk berkembang dan melakukan modernisasi dengan lebih cepat.

Baca juga : KBRI Sofia Fasilitasi Penandatanganan MoU Suplai Tenaga Kerja Ke Bulgaria

Mereka yang berada di wilayah Asia Pasifik merasakan tekanan untuk melakukan modernisasi sama seperti yang lainnya di dunia.

Dengan sekitar tiga perempat dari pembuat keputusan di Asia Pasifik mengatakan pandemi sudah mendorong mereka untuk membuat perubahan.

Mereka mengubah fokus mereka dan menghabiskan anggaran paling besar untuk teknologi yang mendukung perluasan tenaga kerja dan otomatisasi alur kerja.

Sebagai contoh, lebih dari 9 dari 10 operator di semua wilayah, termasuk Asia Pasifik mengindikasikan bahwa mereka akan meningkatkan penggunaan wearable, mobile printer dan rugged tablet dalam beberapa tahun mendatang, bersama dengan mobile dimensioning software yang mengotomatisasi pengukuran parsel dan karton.

Selain itu, 27 persen operator gudang di dunia dan di Asia Pasifik sudah menggunakan beberapa jenis autonomous mobile robots (AMR) saat ini.

Baca juga : HMI Kukar Harap Pembangunan IKN Pakai Tenaga Kerja Lokal

Dalam lima tahun, jumlah ini diperkirakan akan bertambah hingga 92 persen di Asia Pasifik dan 90 persen di seluruh dunia.

"Disrupsi akibat peristiwa yang terjadi di dunia baru-baru ini menekankan pentingnya rantai pasokan yang resilien dan fleksibel," ucap APAC Vertical Solutions Lead for Manufacturing, Machine Vision/Fixed Industrial Scanning, Zebra Technologies, Aik Jin Tan, Rabu (29/6).

Yang menggembirakan, operator gudang di Asia Pasifik sudah mengambil langkah proaktif. Yakni, sebanyak 84 perden dari mereka kini merasa lebih nyaman mengintegrasikan teknologi baru untuk menunjang operasional dan infrastruktur mereka.

Staf gudang juga jadi lebih nyaman dengan penggunaan teknologi canggih oleh perusahaan. Kurang dari separuh (45 persen) staf mengatakan bahwa perusahaan menaikkan upah mereka atau menawarkan bonus di tengah pembatasan tenaga kerja. Namun sebagian besar (82 persen) merasakan dampak positif dari situasi tersebut.

Tren ini terus berlanjut di Asia Pasifik, di mana 9 dari 10 staf gudang merasakan dampak positif, walaupun hanya 34 persen yang menyebutkan kalau perusahaan mereka menaikkan upah.

Baca juga : Kementan Pastikan Stok Pangan Di Sulawesi Tengah Aman

Perusahaan memperbaiki kondisi kerja dengan cara lain, seperti memberikan mereka lebih banyak teknologi untuk digunakan saat bekerja dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan waktu kerja yang lebih fleksibel.

Bahkan, lebih dari 9 dari 10 staf gudang di dunia setuju pada tingkat tertentu bahwa kemajuan teknologi akan membuat lingkungan kerja menjadi lebih menarik bagi karyawan, di tengah ketatnya rantai pasokan, permintaan melonjak, dan ada tekanan yang meningkat untuk memenuhi tenggat waktu yang lebih sempit.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.