Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Survei Zebra Technologies
60 Persen Staf Gudang Di Dunia Nilai Teknologi Bikin Kerja Lebih Mudah
Rabu, 29 Juni 2022 22:31 WIB
Sebelumnya
Kirim Pesanan Lebih Cepat
Pembuat keputusan mengalami kesulitan untuk mengirimkan pesanan pelanggan secara tepat waktu dibandingkan tiga tahun lalu, dan mereka berusaha kuat untuk menjaga akurasi inventori dan visibilitas.
Mereka juga mengakui bahwa mereka diharapkan untuk mengirimkan pesanan lebih cepat dibandingkan sebelumnya untuk memenuhi model ekonomi berdasarkan permintaan, dengan naiknya biaya transportasi yang berdampak pada lebih dari 40 persen operator gudang, yang tersebar di sektor manufaktur, transportasi, distribusi grosir, logistik dan retail.
Hal ini tidak mengejutkan, mengingat responden mengindikasikan volume pengiriman mereka sudah meningkat rata-rata lebih dari 20 persen selama dua tahun terakhir.
Baca juga : KBRI Sofia Fasilitasi Penandatanganan MoU Suplai Tenaga Kerja Ke Bulgaria
Sama seperti stafnya, operator gudang juga melihat tantangan ini sebagai katalis untuk perubahan dan pertumbuhan. Antara tahun ini hingga 2025, lebih dari 8 dari 10 berharap untuk menaikkan jumlah stock-keeping units (SKU) mereka dan volume barang yang dikirimkan.
Mereka juga berencana untuk memperluas operasional pengelolaan barang retur, menawarkan lebih banyak layanan bernilai tambah, dan meningkatkan kehadiran fisik mereka, dengan cara memperbesar jumlah dan ukuran gudang.
Saat 61 persen operator gudang di dunia juga ingin menambah jumlah karyawan di tahun depan sesuai dengan jumlah tenaga kerja yang ideal, mereka mengakui bahwa menemukan karyawan (55 persen) dan memberikan pelatihan (54 persen) yang tepat waktu tetap jadi tantangan besar.
Ini terutama terjadi di Asia Pasifik di mana 53 persen melaporkan kesulitan untuk menemukan pekerja dan 59 persen mengindikasikan pelatihan sebagai tantangan. Hasilnya, lebih dari 8 dari 10 pembuat keputusan di dunia setuju mereka harus lebih mengandalkan otomatisasi di masa depan.
Baca juga : HMI Kukar Harap Pembangunan IKN Pakai Tenaga Kerja Lokal
Meskipun sebagian operator gudang di dunia akan menggelar AMR untuk pengambilan person-to-good (P2G), pergerakan bahan dan gerakan inventori secara otomatis, akan lebih banyak yang berinvestasi dalam software yang membantu mengotomatisasi analitis dan pengambilan keputusan.
Di Asia Pasifik, 95 persen dari pembuat keputusan mengindikasikan bersedia untuk berinvestasi di software tersebut dalam upaya untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi karyawan, dan mengurangi biaya kerja, sedikit melebihi rata-rata global (94 persen).
"Saat ini waktu rata-rata untuk melatih pekerja hingga mencapai produktivitas penuh adalah 4,7 minggu," kata Country Manager Indonesia, Zebra Technologies, Eric Ananda.
“Dengan demikian, 51 persen dari pembuat keputusan di dunia dan 56 persen di Asia Pasifik merasa inisiatif karyawan yang paling penting adalah mengurangi tugas yang tidak penting sehingga mereka bisa berfokus pada tugas yang lebih terpusat pada konsumen dan memanfaatkan karyawan dengan lebih efisien," imbuhnya.
Baca juga : Kementan Pastikan Stok Pangan Di Sulawesi Tengah Aman
Dengan berinvestasi pada teknologi gudang yang tepat seperti Printable indicators, Ultra-Rugged UHF RFID Sleds RFD90, RFID Reader FX9600, UHF RFID Sleds RFD40, Ultra-Rugged Barcode Scanners DS3600-ER/KD, Windows Rugged Tablet L10ax, enterprise tablet ET40, Mobile Computer TC53, TC15 dan Android Wearable Computer WS50, para pembuat keputusan akan lebih mudah untuk meningkatkan operasional gudang dan mengikuti ekonomi permintaan.
Warehousing Vision Study diklaim akan membantu industri pergudangan di Indonesia memahami dengan lebih baik tren dan tantangan yang sedang membentuk operasional pergudangan global.
"Melalui ini, mereka juga akan bisa menentukan strategi digitalisasi yang paling cocok untuk kebutuhan gudang-gudang mereka dalam memenuhi permintaan yang meningkat tahun 2022," tambah Ananda. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya