Dark/Light Mode

Begini Cara APP Sinar Mas Cegah Kebakaran Hutan

Rabu, 10 Juli 2019 21:58 WIB
Managing Director Sinar Mas Saleh Husin menjelaskan teknologi monitoring deteksi dini untuk upaya pencegahan karhutla pada acara Apel Siaga yang diselenggarakan oleh Pemerinta Provinsi Sumatra Selatan, Selasa (09/07). (Foto: APP Sinar Mas)
Managing Director Sinar Mas Saleh Husin menjelaskan teknologi monitoring deteksi dini untuk upaya pencegahan karhutla pada acara Apel Siaga yang diselenggarakan oleh Pemerinta Provinsi Sumatra Selatan, Selasa (09/07). (Foto: APP Sinar Mas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jelang puncak musim kemarau 2019 yang diprediksi akan terjadi di Agustus–September 2019, APP Sinar Mas mengintensifkan persiapan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah konsesi pemasoknya, di antaranya Sumatera Selatan dan Riau.

Dalam acara Apel Siaga yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan pada Selasa (9/7) dan Pemerintah Provinsi Riau pada Rabu (10/7) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), APP Sinar Mas dan seluruh mitra pemasoknya siap mendukung pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla di Sumsel dan Riau.

Managing Director Sinar Mas Saleh Husin mengatakan, partisipasi APP Sinar Mas dalam Apel Siaga menegaskan komitmen perusahaan dan seluruh mitra pemasoknya untuk mendukung pemerintah provinsi maupun pusat dalam pencegahan karhutla tahun ini. “Kami harap persiapan yang lebih matang dan juga kolaborasi yang solid dari sektor swasta, pemerintah, TNI-Polri, maupun masyarakat, kita mampu menjaga hutan Indonesia dari bencana Karhutla,” ujar Saleh.

Baca juga : Ajaib Rilis Cara Baru Investasi Lewat Tema

Sementara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo menekankan pentingnya keterlibatan pihak swasta dalam upaya pencegahan karhutla.
“Peran perusahaan yang kita optimalkan adalah bagaimana perusahaan berkewajiban memberikan pembinaan, penyuluhan, pendampingan pada masyarakat yang berada di radius sekian kilometer dari lahan perusahaan agar mereka tidak lagi jadi bagian kelompok yang membakar,” tegas Doni.

GM Fire Management APP Sinar Mas Sujica Lusaka mengatakan,  untuk menghadapi musim kemarau 2019, perusahaan kembali mengandalkan sistem penanggulangan kebakaran hutan secara terintegrasi (Integrated Fire Management/IFM) yang meliputi empat strategi utama yaitu pencegahan, persiapan, deteksi dini dan respons cepat. Selain itu, APP Sinar Mas memiliki komitmen untuk turut memadamkan api sampai dengan radius 5 kilometer (KM) di luar konsesi.

“Dalam tiga pilar terakhir, perusahaan mengoptimalkan berbagai fasilitas di antaranya helikopter waterbombing, peningkatan kapasitas tim pemadam kebakaran, dan penerapan Sistem Komando Bencana (Incident Command System). APP Sinar Mas juga telah membangun kemampuan deteksi dini, yang mampu mengidentifikasi kebakaran lebih dini,” kata Sujica.

Baca juga : Pertamina Cari Cadangan Migas Baru di Perairan Selat Malaka

Sementara itu aspek pencegahan di antaranya dilakukan melalui sosialisasi dan pembinaan masyarakat di sekitar area konsesi perusahaan. Melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), APP Sinar Mas mempersempit potensi kebakaran dengan memberikan pendampingan kepada masyarakat agar mereka tidak lagi melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Hingga akhir 2018 lalu, program DMPA telah memberikan pendampingan terhadap 66 desa di Provinsi Sumatra Selatan dengan target tambahan 21 desa hingga akhir tahun 2019. Sementara di Riau, perusahaan telah memberdayakan 141 desa, dengan target 46 desa tambahan di akhir tahun ini.

Pada acara Apel Siaga Karhutla di Sumatra Selatan dan Riau kali ini, APP Sinar Mas menampilkan beberapa pasukan pemadam, teknologi, maupun fasilitas, antara lain: Personel Tim Reaksi Cepat, Situation Room, Helikopter pemantau api dan waterbombing, Airboat, mobil patroli, sepeda motor patroli, mesin pompa dan nozzle pemadam multifungsi Sambunesia.

Baca juga : Koperasi Tani Bawang Malang Putar Otak Peras Otak Sejahterakan Petani

“Dengan teknologi maupun beberapa fasilitas yang ada, kami harap personal pemadam kami dapat bekerja optimal dalam mencegah dan menanggulangi karhutla baik melalui darat, air, dan udara demi mewujudkan Sumatra Selatan dan Riau yang bebas asap,” tutur Sujica.

Hingga akhir 2018 lalu, APP Sinar Mas berhasil menurunkan angka kebakaran hutan hingga mendekati target zero fire pada periode berjalan. Saat ini, hanya 0,07 persen dari seluruh area konsesi pemasok APP Sinar Mas yang masih terdampak api akibat pembakaran ilegal oleh pihak ketiga. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.