Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pospay Syariah Gemakan Gerakan Baik Di Era Digital

Rabu, 13 Juli 2022 13:22 WIB
Direktur Bisnis Jaringan & Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Charles Sitorus (Foto: Pos Indonesia)
Direktur Bisnis Jaringan & Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Charles Sitorus (Foto: Pos Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkembangan informasi, komunikasi, dan teknologi, mendorong PT Pos Indonesia (Persero) untuk terus berinovasi. Salah satunya dalam layanan transaksi keuangan digital dengan mengembangkan aplikasi Pospay. Dengan Pospay, pemilik rekening Giropos dapat mengakses layanan Giropos dan transaksi keuangan maupun layanan PT Pos Indonesia lainnya secara mobile.

Hadirnya pospay membuat persaingan pada industri teknologi keuangan (financial technology/fintech) semakin ketat. PT Pos Indonesia mengklaim, Pospay dinilai memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan pemain fintech lainnya.

“Pospay dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Misalnya, pembayaran berbagai tagihan listrik pascabayar, telepon rumah dan pulsa pascabayar, PDAM, cicilan motor, mobil, BPJS, pembelian pulsa, dan listrik prabayar/token,” jelas Direktur Bisnis Jaringan & Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Charles Sitorus, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (13/7).

Berita Terkait : Pogba Sumringah Kembali Ke Pelukan Nyonya Tua

Pospay juga bisa digunakan untuk pengiriman uang melalui layanan weselpos instan secara real time, pengelolaan keuangan melalui layanan Giropos, fitur scan QRIS untuk pembayaran/pembelian via merchant/micro payment dengan berbasis rekening Giropos, perencanaan keuangan, dan lain-lain. “Sepintas terkesan sama dengan aplikasi fintech lainnya. Namun, ada beberapa kelebihan aplikasi,” ucap Charles.

Charles menjelaskan, Pospay bisa diakses melalui Kantor Pos terdekat. Artinya, pengguna tetap bisa mengakses aplikasi Pospay ini sekalipun tidak mempunyai ponsel pintar. Pihak Kantor Pos maupun agen pos akan membantu masyarakat yang ingin menggunakan Pospay.

“Hal ini bukan tanpa alasan. Sebab, Pos Indonesia memang ingin menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah yang selama ini belum memiliki akses layanan perbankan. Secara khusus, masyarakat di pedesaan,” imbuhnya.

Berita Terkait : BNPT Gelar Ziarah Kebangsaan Bareng Veteran Di TMP Kalibata

Lalu, kelebihan bagi pengguna yang berprofesi sebagai pengusaha atau pelaku UMKM, Pospay bisa melakukan transaksi lebih dari Rp 10 juta. Dengan keunggulan ini, Pos Indonesia ingin menyasar kaum milenial.

"Semuanya dilihat dari situasi perkembangan. Jadi, kami berharap bisa mendisrupsi fintech. Jika selama ini fintech bisa terdistrupsi perbankan. sekarang kebalikannya, kami mendisrupsi fintech," kata Charles, optimis.

Pada gilirannya, layanan jasa Pos tetap relevan di era digital dengan berinovasi pada produk layanan keuangan digital. Pergerakan mesin besar Pos Indonesia dengan 19 ribu karyawan dan 4.850 Kantor Pos yang tersebar di berbagai daerah ini, dianggap sangat pas untuk aktivitas bisnis Pos Indonesia saat ini disematkan dengan sebutan: transformasi digital Pos Indonesia.

Berita Terkait : Pemerintah Pastikan 340 WNI Di Sri Lanka Aman

Menurut Charles Sitorus, bila tidak terjun ke digital, layanan jasa keuangan Pos Indonesia akan ditinggal. Sederhana, karena anak muda melakukan transaksi digital di handphone. “Pertumbuhan bisnis dan layanan keuangan, semua diarahkan ke Gen Z. Mereka jarang punya akun bank, dan Pospay menjadi jawaban yang pas. Kebutuhan mereka berkembang cepat tentunya membuka peluang baru untuk dikembangkan. Ini tantangan bagi pospay,” kata Charles.
 Selanjutnya