Dewan Pers

Dark/Light Mode

Erick: Jangan Sampai, Nelayan Seperti Ayam Kelaparan Di Lumbung Padi

Selasa, 19 Juli 2022 13:47 WIB
Erick: Jangan Sampai, Nelayan Seperti Ayam Kelaparan Di Lumbung Padi

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri BUMN Erick Thohir siap membangun ekosistem perikanan Indonesia lewat kolaborasi antara BUMN, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, hingga Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI).

Selain itu, Erick juga bakal mendorong BUMN seperti Himbara, Perindo, Perinus, hingga PNM untuk terlibat dalam ekosistem tersebut.

"Tantangan di sektor perikanan sangat kompleks. Kita harus ikut perubahan. Kalau kita berdiam diri, kita tidak akan ke mana-mana," ujar Erick saat menjadi narasumber dalam Munas IV KNTI bertajuk "Aksi Kolaborasi Pemenuhan Hak Nelayan Tradisional menuju Indonesia yang Mandiri, Adil, Makmur, dan Lestari" di Gedung Smesco Tower, Jakarta, Selasa (19/7).

Nelayan memegang peran penting bagi masa depan ekonomi  serta kedaulatan pangan bangsa.

Berita Terkait : RI Nggak Bakal Seperti Sri Lanka

Erick menyebut, 54 persen asupan protein nasional merupakan kontribusi nelayan melalui produk ikan dan makanan laut lainnya.

Dengan luas dan beragamnya kondisi perairan, Indonesia memiliki potensi perikanan yang sangat besar.

Potensi perikanan darat Indonesia, bisa mencapai tiga juta ton per tahun. Sedangkan potensi perikanan laut mencapai 12,54 juta ton per tahun.

"Makanya, nelayan Indonesia nggak boleh jadi ayam yang kelaparan di lumbung padi. Dengan potensi sebesar itu, kita bisa memenuhi kesejahteraan nelayan. Sekaligus memenuhi kebutuhan pangan nasional," papar Erick.

Berita Terkait : Kiai Marzuki: Jaga Negara Seperti Jaga Agama

Dalam kunjungannya ke sejumlah daerah, Erick mengaku kerap berdiskusi dengan para nelayan. Dia bilang, para nelayan acapkali dihadapkan pada sejumlah hal yang mempengaruhi produktivitas. Baik sisi permodalan, pendampingan, hingga akses pasar.

"Yang saya pahami dari dialog dengan rekan-rekan dari kampung nelayan, sejatinya nelayan Indonesia nggak semata-mata ingin disuapi. Mereka hanya butuh satu ekosistem sehat dan berkelanjutan," beber Erick.

Mantan Presiden Inter Milan itu ingin, ekosistem perikanan bisa meniru jejak kesuksesan ekosistem pertanian dalam Program Makmur, yang terintegrasi dari hulu ke hilir. 

Program tersebut telah menjangkau 200 ribu hektare pada empat komoditas utama. Yakni sawit, tebu, jagung, dan padi.

Berita Terkait : Dicurhati Petani, Teten Dukung Pembangunan Pabrik Olahan Kelapa Sawit Di Kabupaten Agam

"Dengan fokus pada produk yang laku di pasar, pendapatan petani naik 46 persen," ujar Erick.
 Selanjutnya