Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rawan Picu Kecelakaan

KAI Tutup 13 Perlintasan Kereta Ilegal Di Ibu Kota

Selasa, 21 Juni 2022 07:30 WIB
PT KAI kembali menutup 6 perlintasan liar yang rawan kecelakaan di Daop 1 Jakarta pada Sabtu (18/6). (Foto: ISTIMEWA/HUMAS KAI).
PT KAI kembali menutup 6 perlintasan liar yang rawan kecelakaan di Daop 1 Jakarta pada Sabtu (18/6). (Foto: ISTIMEWA/HUMAS KAI).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta, hingga Juni tahun ini, telah menutup 17 jalur perlintasan kereta sebidang. Langkah itu diambil untuk meminimalisir kecelakaan.

Kepala Humas Daop 1 PT KAI Eva Chairunisa mengungkapkan, 13 dari 17 perlintasan sebidang yang sudah ditutup merupakan perlintasan tidak resmi alias ilegal.

“Catatan kami, sejak Januari hingga Juni 2022, sudah terjadi 95 kejadian (kecelakaan) di perlintasan sebidang,” kata Eva, Minggu (19/6).

Dalam menutup perlintasan itu, KAI bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Sebelum melakukan penutupan, lanjut Eva, pihaknya melakukan sosialisasi kepada warga setempat. Selain itu, pemasangan spanduk untuk menginformasikan penutupan perlintasan.

Ditegaskannya, penutupan perlintasan memiliki payung hukum. Yakni, Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Berita Terkait : Kinerja GoTo Berada Di Jalur Yang Benar

Dalam pasal 94 UU tersebut pada ayat 1 menyebutkan, untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup. Kemudian, di ayat 2 diterangkan, penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

Eva mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta tidak membuat perlintasan yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta dan masyarakat yang melintas.

Eva menambahkan, dalam sepekan ini, KAI Daop 1 menutup 6 perlintasan sebidang liar yang rawan terjadi kecelakaan. Yakni, KM 22+5/6 petak Jalan Cakung-Kranji, KM 8+2/3 petak Jalan Tanah Abang-Palmerah, KM 39+9/0 petak Jalan Citayam-Bojong Gede. KM 57+6/7 petak Jalan Daru-Tigaraksa dan KM 91+9/0 petak Jalan Catang-Cikeusal.

Tertibkan Gubuk Liar

Sekretaris Korporasi PT KAI Asdo Artriviyanto menambahkan, selain perlintasan sebidang, pihaknya akan menertibkan gubuk liar di sepanjang jalur kereta api Jakarta-Bekasi. KAI sedang berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah untuk merealisasikan rencana tersebut.

 

“Saat ini masih dalam tahap pembicaraan, kita masih mencari solusi yang tepat untuk masyarakat,” kata Asdo.

Berita Terkait : Gus Halim Beberkan Kunci Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Di Indonesia

Asdo menjelaskan, KAI melakukan komunikasi dengan Pemerintah Daerah karena kewenangan penindakan berada di tangan mereka.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus berkolaborasi untuk maelakukan hal krusial (penindakan),” tutur dia.

Asdo menjelaskan, agenda penertiban tersebut tak hanya mengamankan aset KAI. Tapi juga mendukung Pemerintah Daerah untuk penataan wilayahnya.

Kerek Layanan

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan akan terus memperbaiki layanan pengguna kereta api.

“Saat ini, pengguna kereta listrik Jabodetabek sudah 1,2 juta penumpang per hari. Ke depan akan terus kita tingkatkan hingga 2 juta penumpang per hari. Insya Allah dalam 2-3 tahun ini bisa kita lakukan,” ujarnya, Minggu (19/6).

Berita Terkait : Ratusan Nelayan di Perbatasan NKRI Dapat Bantuan dari Baznas

Budi menjelaskan, pengoperasian Stasiun Matraman, Jakarta Timur, salah satu upaya peningkatan layanan. Stasiun Matraman berada di posisi yang strategis, yakni di antara dua stasiun KRL tersibuk yaitu Stasiun Jatinegara dan Stasiun Manggarai.

Keberadaan Stasiun Matraman diharapkan dapat mereduksi kepadatan volume penumpang KRL di Stasiun Manggarai dan Jatinegara. Dan, menunjang kelancaran mobilitas masyarakat yang akan naik dan turun di daerah Matraman.

“Kami ingin angkutan massal menjadi angkutan prioritas bagi masyarakat. Saat ini kereta api sudah menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan dan aglomerasi,” ujar BKS, sapaan Budi Karya Sumadi.

BKS menuturkan, keberadaan infrastruktur transportasi ikut mendukung kemajuan pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sejauh ini telah dialokasikan 30 persen dari area komersial di stasiun, digunakan pelaku UMKM. ■