Dark/Light Mode

Jokowi Tak Main-main Soal Krisis Pangan

Jangan Sampai, Rakyat Sudah Produksi Banyak, Tapi Nggak Ada Yang Ngambil

Senin, 20 Juni 2022 20:39 WIB
Jokowi Tak Main-main Soal Krisis Pangan Jangan Sampai, Rakyat Sudah Produksi Banyak, Tapi Nggak Ada Yang Ngambil

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi tak main-main soal krisis pangan global akibat pandemi Covid-19, serta konflik Rusia dan Ukraina.

Agar tak berdampak parah bagi Indonesia, Jokowi meminta jajarannya fokus pada tiga hal. 

Pertama, fokus pada peningkatan produksi besar-besaran. Baik itu di level petani, korporasi, atau BUMN.

"Semuanya harus dilihat betul. Jangan kita terjebak, sekali lagi, pada rutinitas harian,” ujar Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) mengenai Antisipasi Krisis Pangan dan Energi, di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/6).

Baca juga : Jokowi: Hati-hati Soal Pangan, Sudah Ada 13 Juta Warga Dunia Yang Kelaparan

Presiden menekankan, agar penanaman komoditas secara besar-besaran tersebut disesuaikan dengan karakter masing-masing daerah.

“Misalnya, kemarin saya melihat sorgum dengan Pak Kepala KSP. Di NTT, ditanam jagung, nggak hidup. Begitu ditanam sorgum, hijau, sangat hijau dan sangat kelihatan subur sekali tanamannya. Lah ini kan setelah dicek, ternyata memang di NTT, dulu yang banyak adalah tanaman sorgum atau cantel,” jelas Jokowi.

Kedua, Presiden meminta jajarannya untuk segera memastikan offtaker, yang akan menampung hasil peningkatan produksi besar-besaran tersebut.

“Jangan sampai, petani sudah berproduksi banyak, Bulog-nya ndak ngambil, RNI nggak ambil, misalnya kalau sudah ditentukan. Makanya, mekanisme itu harus segera diputuskan. Saya kira sudah kita sampaikan ke Menteri BUMN untuk segera siapa, untuk produknya apa, pembiayaannya seperti apa,” beber Jokowi.

Baca juga : Jokowi: Negara Lain Banyak Yang Krisis Pangan, Lahan Kosong Jangan Dibiarkan

Ketiga, Jokowi menekankan pentingnya pendistribusian komoditas pangan yang telah diproduksi secara besar-besaran. Sehingga, stok tidak menumpuk atau kualitasnya menurun. Bahkan, busuk.

"Artinya, semuanya harus ada grand plan-nya, rencana besarnya seperti apa. Kan sudah kita sampaikan. Dalam pelaksanaannya, juga harus ada,” ujarnya.

Tak kalah penting, Presiden juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, dalam menjalankan tiga fokus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Serta meningkatkan ketahanan pangan di Tanah Air.

“Inilah yang memerlukan sebuah orkestrasi yang baik antara kementerian atau lembaga, BUMN, swasta, dengan daerah, semuanya,” ucap Jokowi.

Baca juga : Ekspor Bahan Mentah Sudah Nggak Zaman

Peningkatan produksi pangan, tak hanya ditujukan untuk kebutuhan dalam negeri. Tetapi juga potensi ekspor komoditas pangan Indonesia.

“Kita ini menjadi salah satu dari lima champion untuk global respons untuk pangan, energi, dan keuangan. Jadi kalau kita bisa ekspor, itu membantu negara lain,” pungkasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.