Dewan Pers

Dark/Light Mode

MoU Konektivitas RI-Timor Leste Diteken

Jokowi Pede Hubungan Perdagangan Menguat..

Rabu, 20 Juli 2022 06:50 WIB
Presiden Jokowi dan Presiden Republik Demokratik Timor Leste Jose Ramos-Horta saat berfoto bersama di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/07/2022). (Foto: Humas Setkab/Rahmat)
Presiden Jokowi dan Presiden Republik Demokratik Timor Leste Jose Ramos-Horta saat berfoto bersama di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/07/2022). (Foto: Humas Setkab/Rahmat)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menerima kunjungan kenegaraan Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta di Istana Negara Bogor, kemarin. Konektivitas kedua negara jadi salah satu pembahasan pada pertemuan kedua pemimpin negara tersebut.

Jokowi mengatakan, konek­tivitas adalah faktor penting untuk meningkatkan hubungan perdagangan Republik Indone­sia-Timor Leste.

Menurut data, tren perda­gangan kedua negara positif beberapa tahun terakhir. Jokowi pun pede alias percaya diri, pembukaan konektivitas darat dan laut dari Indonesia ke Timor Leste bakal meningkatkan per­dagangan kedua negara.

“Saya yakin perdagangan dua negara bisa terus ditingkatkan,” ucap presiden seperti dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, kemarin.

Pada pertemuan bilateral ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Minister of Transport and Communication Timor Leste José Agustinho da Silvae menan­datangani Memorandum Of Un­derstanding (MoU) pergerakan Lintas Batas Bus.

Berita Terkait : Teten Dorong Koperasi Bangun Pabrik Minyak Makan Merah

MoU tersebut akan memudah­kan pergerakan antara Indonesia dan Timor Leste, dengan mengatur transportasi orang lintas batas oleh bus.

Salah satu implementasinya akan tercermin pada proyek trayek bus Kupang, Nusa Teng­gara Timur (NTT), menuju Dili, dan sebaliknya.

“Untuk jalur darat, saya harap­kan peluncuran trayek bus rute Kupang-Dili dapat segera di­lakukan,” harap Jokowi.

Tak hanya trayek bus, kesepakatan untuk memperkuat konektivitas antara dua negara juga tercermin dalam pem­bentukan rute kapal Kupang (Indonesia) – Dili (Timor Leste) – Darwin (Australia).

“Kita juga sepakat mem­perkuat konektivitas, baik darat maupun laut. Untuk konektivitas laut, penting membuka rute ka­pal Kupang-Dili-Darwin,” ujar Jokowi.

 

Berita Terkait : Covid-19 Naik Lagi, Jokowi Perintahkan Booster Jadi Syarat Kegiatan Besar

Eks Wali Kota Solo itu mengatakan, rencana pembukaan trayek bus Kupang-Dili memang sudah dimulai. Pertengahan ta­hun lalu, Damri telah melakukan survei pengembangan trayek Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) Kupang-Dili, hingga pengembangan trayek dalam negeri di Kupang.

Tak hanya ALBN, Jokowi juga melihat adanya potensi pengembangan trayek kom­ersial untuk Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) di NTT. Survei tersebut dilaku­kan sebagai tindak lanjut hasil diskusi dengan Bupati Kupang Korinus Masneno.

Sedangkan untuk laut, rute kapal Kupang-Dili-Darwin (Australia), belum ada detail lebih lanjut. Lantaran belum ada kesepakatan yang dicapai soal pembukaan rute laut dalam pertemuan keduanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusa­haan swasta Tanah Air, berpar­tisipas dalam pembangunan di Timor Leste, termasuk di bidang infrastruktur.

Saat ini, nilai investasi Indo­nesia di Timor Leste mencapai 818 juta dolar AS atau setara Rp 12 miliar. Dengan sektor utama di perbankan, migas dan telekomunikasi.

Berita Terkait : Elektabilitas Meroket Di Litbang Kompas, Perindo: Semangat Berlipat Ganda!

Sebelumnya, PT ASDP In­donesia Ferry (Persero) berencana membuka rute interna­sional. Salah satunya ke Dili, Timor Leste.

Direktur Utama ASDP In­donesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan, pembukaan rute internasional itu bagian dari menghubungkan kembali kebu­dayaan antarmasyarakat. Terutama di NTT dan masyarakat di Timor Leste, yang masih mempunyai hubungan darah dan budaya.

Selain itu, terealisasinya rute ke Dili akan mendongkrak nilai perdagangan ekspor bagi kedua negara. [KPJ]