Dewan Pers

Dark/Light Mode

Konsisten Dukung Jokowi

Suara PSI Melejit Hingga 6 Persen

Kamis, 31 Maret 2022 16:41 WIB
Elektabilitas Partai Politik menurut Survei Polmatrix Indonesia Periode 11-20 Maret 2022. (Foto:  Polmatrix Indonesia)
Elektabilitas Partai Politik menurut Survei Polmatrix Indonesia Periode 11-20 Maret 2022. (Foto: Polmatrix Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Survei Polmatrix Indonesia menemukan partai pendukung Pemerintahan Jokowi meraih elektabilitas yang cukup tinggi. Partai Golkar mencapai posisi tertinggi dalam setahun terakhir dengan elektabilitas mencapai 9,6 persen.

Dengan capaian tersebut, Golkar kembali menempati peringkat tiga besar di bawah PDI Perjuangan sebesar 16,1 persen dan Gerindra sebesar 12,3 persen. PKB yang menjadi parpol pertama yang melontarkan usul untuk menunda Pemilu, elektabilitasnya terpaut tipis dari Golkar, yaitu sebesar 9,2 persen.

Pada posisi papan tengah, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus mengalami kenaikan elektabilitas, dan kini mencapai 6,0 persen.

Tingginya elektabilitas PSI tidak lepas dari dukungan dan identifikasi pemilih terhadap figur Jokowi yang dikaitkan dengan PSI. Meskipun kerap disebut beririsan dengan basis pemilih PDI Perjuangan, nyatanya dukungan terhadap PDI Perjuangan juga tetap naik ketika elektabilitas PSI meningkat.

Berita Terkait : Ditemani Puan, Jokowi Buka Sidang Ke-144 IPU Di Bali

Selain Golkar, PKB, dan PSI, parpol lain suaranya ikut naik adalah PAN. Elektabilitas PAN mencapai angka tertinggi dalam setahun terakhir, sebesar 1,7 persen, tetapi masih di bawah threshold 4 persen.

“Kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi memberi efek elektabilitas yang tinggi kepada partai pendukung. Seperti PSI yang tembus 6 persen,” ungkap Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia, Dendik Rulianto dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Kamis (31/3).

Menurut Dendik, berbagai survei menunjukkan publik sangat puas selama dua periode pemerintahan Jokowi. Pondasi pembangunan yang diletakkan oleh Jokowi terbukti menuai kepuasan masyarakat.

“Ada kekhawatiran bahwa roda pembangunan akan berhenti dan mangkrak setelah Jokowi selesai menjabat pada 2024, khususnya agenda pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur,” jelas Dendik.

Berita Terkait : Ketua MPR Mendukung Jokowi Jadi Bapak Otomotif Indonesia

Parpol-parpol yang berada di luar Pemerintahan gencar menyuarakan penentangan terhadap proyek IKN Nusantara. Demokrat yang cenderung moderat meraih elektabilitas lebih tinggi, sebesar 8,4 persen, sedangkan PKS yang sikapnya lebih keras berada di bawah, yaitu 5,0 persen.

Suara PDIP Turun

Dalam setahun terakhir elektabilitas PDI Perjuangan turun dari 20,3 persen menjadi kisaran 15-16 persen, meskipun tetap unggul pada peringkat pertama. Pada peringkat kedua Gerindra relatif stabil dengan elektabilitas berkisar 10-13 persen.

Sisanya adalah parpol baru seperti Partai Ummat (1,3 persen) dan Gelora (1,1 persen). Pada papan bawah ada Perindo (0,8 persen), Hanura (0,5 persen), PBB (0,4 persen), PKPI (0,3 persen), dan Berkarya (0,1 persen), sedangkan Garuda dan Masyumi Reborn nihil dukungan.

Berita Terkait : Sah, Sahrul Tinggalkan NasDem

Partai-partai baru dan parpol lama yang dibangkitkan kembali bermunculan menjelang jadwal pendaftaran ke KPU. Tetapi secara keseluruhan dukungannya baru sebesar 0,8 persen. Selain itu masih ada 19,0 persen yang menyatakan tidak tahu/tidak jawab.

Survei Polmatrix Indonesia dilakukan pada 11-20 Maret 2022 kepada 2.000 responden mewakili 34 provinsi. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) dengan margin of error survei sebesar ±2,2 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (MRA)