Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bertemu Gubernur JBIC Di Tokyo
Airlangga Tawarin Jepang Investasi Di KEK Kesehatan
Rabu, 27 Juli 2022 06:45 WIB
Sebelumnya
Airlangga mengatakan, proyek besar yang juga menjadi pembahasan dengan JBIC adalah proyek lapangan Gas Masela. Proyek ini akan menjadi semakin strategis, terutama pascaperang Ukraina-Rusia, yang menyebabkan kebutuhan gas negara-negara G7 meningkat drastis.
Gas menjadi sangat penting, karena dapat digunakan sebagai bahan baku ammonia dan bahan baku pupuk. Gas juga bisa digunakan untuk membangun methanol, salah satu blending untuk biofuel. Nilai investasi proyek ini mencapai 19,85 miliar dolar AS.
Namun demikian, proyek ini mempunyai tantangan ke depan. Yaitu, adanya percepatan transisi energi, persyaratan dekarbonisasi dan perubahan industri hulu migas. Sehingga perlu evaluasi dan identifikasi ulang ruang lingkup proyek.
Airlangga juga menyampaikan harapan, agar JBIC mendorong investasi di sektor lain yang sangat potensial. Terutama, sejak masa pandemi dan krisis global. Yaitu, sektor kesehatan dan pangan.
Baca juga : Bertemu METI, Airlangga Perkuat Kerja Sama Ekonomi RI-Jepang
Dia mencontohkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sanur, Bali, yang sudah mengembangkan layanan kesehatan.
“Di KEK boleh melakukan penelitian klinikal-trial, dan memungkinkan dokter asing bisa praktek,” terang Airlangga.
Nobumitsu Hayashi menyampaikan, pihaknya senang dengan dukungan JBIC di bidang energi melalui pembangunan pembangkit listrik 11,6 Giga Watt (GW), sangat membantu pembangunan ekonomi Indonesia.
“Indonesia negara yang sangat strategis dan customer JBIC yang terpenting,” ujarnya.
Baca juga : Airlangga Tegaskan Minyak Sawit Jadi Solusi Krisis Pangan Dan Energi Dunia
Selain soal proyek infrastruktur energi, pada pertemuan ini juga dibahas pengembangan sektor otomotif di Indonesia.
Seperti diketahui, di Indonesia hampir 90 persen prinsipal otomotif berasal dari Jepang. Dan JBIC ikut membiayai pengembangan sektor tersebut.
Pihaknya juga mendukung investasi perusahaan Jepang di sektor manufaktur, terutama di otomotif.
“Dengan dukungan kuat Pemerintah Indonesia selama ini, otomotif Jepang menjadi sangat dicintai di Indonesia. Bahkan melebihi di Jepang. JBIC akan lebih mendorong peningkatan nilai dari investasi yang sudah ada,” terang Hayashi.
Baca juga : Airlangga Berbaik Sangka
Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan, pihaknya berharap ada proyek-proyek industri manufaktur yang besar di Indonesia didukung oleh JBIC.
“Pada September 2022 akan ada Business Forum di Indonesia yang mengulas industri farmasi. Kami mengundang JBIC berpartisipasi,” ajak Agus. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya