Dark/Light Mode

Bertemu Gubernur JBIC Di Tokyo

Airlangga Tawarin Jepang Investasi Di KEK Kesehatan

Rabu, 27 Juli 2022 06:45 WIB
Pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) yang baru Nobumitsu Hayashi digelar di Hotel Imperial Tokyo, Jepang, Senin (25/07). (Sumber ekon.go.id)
Pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) yang baru Nobumitsu Hayashi digelar di Hotel Imperial Tokyo, Jepang, Senin (25/07). (Sumber ekon.go.id)

 Sebelumnya 
Airlangga mengatakan, proyek besar yang juga menjadi pemba­hasan dengan JBIC adalah proyek lapangan Gas Masela. Proyek ini akan menjadi semakin strategis, terutama pascaperang Ukraina-Rusia, yang menyebabkan ke­butuhan gas negara-negara G7 meningkat drastis.

Gas menjadi sangat penting, karena dapat digunakan sebagai bahan baku ammonia dan bahan baku pupuk. Gas juga bisa diguna­kan untuk membangun methanol, salah satu blending untuk biofuel. Nilai investasi proyek ini mencapai 19,85 miliar dolar AS.

Namun demikian, proyek ini mempunyai tantangan ke depan. Yaitu, adanya percepatan transisi energi, persyaratan dekarbonisasi dan perubahan industri hulu migas. Sehingga perlu evaluasi dan identifikasi ulang ruang ling­kup proyek.

Airlangga juga menyampaikan harapan, agar JBIC mendorong investasi di sektor lain yang sangat potensial. Terutama, sejak masa pandemi dan krisis global. Yaitu, sektor kesehatan dan pangan.

Baca juga : Bertemu METI, Airlangga Perkuat Kerja Sama Ekonomi RI-Jepang

Dia mencontohkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sa­nur, Bali, yang sudah mengem­bangkan layanan kesehatan.

“Di KEK boleh melakukan penelitian klinikal-trial, dan me­mungkinkan dokter asing bisa praktek,” terang Airlangga.

Nobumitsu Hayashi menyam­paikan, pihaknya senang dengan dukungan JBIC di bidang energi melalui pembangunan pembang­kit listrik 11,6 Giga Watt (GW), sangat membantu pembangunan ekonomi Indonesia.

“Indonesia negara yang sangat strategis dan customer JBIC yang terpenting,” ujarnya.

Baca juga : Airlangga Tegaskan Minyak Sawit Jadi Solusi Krisis Pangan Dan Energi Dunia

Selain soal proyek infrastruktur energi, pada pertemuan ini juga dibahas pengembangan sektor otomotif di Indonesia.

Seperti diketahui, di Indonesia hampir 90 persen prinsipal oto­motif berasal dari Jepang. Dan JBIC ikut membiayai pengem­bangan sektor tersebut.

Pihaknya juga mendukung investasi perusahaan Jepang di sektor manufaktur, terutama di otomotif.

“Dengan dukungan kuat Pe­merintah Indonesia selama ini, otomotif Jepang menjadi sangat dicintai di Indonesia. Bahkan melebihi di Jepang. JBIC akan lebih mendorong peningkatan nilai dari investasi yang sudah ada,” terang Hayashi.

Baca juga : Airlangga Berbaik Sangka

Agus Gumiwang Kartasas­mita menambahkan, pihaknya berharap ada proyek-proyek industri manufaktur yang be­sar di Indonesia didukung oleh JBIC.

“Pada September 2022 akan ada Business Forum di Indonesia yang mengulas industri farmasi. Kami mengundang JBIC berpar­tisipasi,” ajak Agus. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.