Dark/Light Mode

Jokowi Ketemu Bos Hyundai

Indonesia Bisa Jadi Pusat Suplai Baterai Kendaraan Listrik Di Dunia

Jumat, 29 Juli 2022 15:57 WIB
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan/Ist
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi dalam kunjungan kerjanya ke Korea Selatan (Korsel) mengajak negara itu berkolaborasi. Salah satunya pada sektor investasi percepatan pembangunan ekosistem mobil listrik di Indonesia.

Presiden Jokowi bertemu dengan Executive Chairman Hyundai Motor Group, Chung Eui-sun. Kepada Jokowi, Hyundai menyatakan komitmennya untuk melakukan ekspansi kendaraan listrik beserta research and development (RnD)-nya.

Korsel melalui Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Energi atau Ministry of Trade, Industry, and Energy (MOTIE) Korea Selatan akan melakukan investasi di Indonesia senilai Rp 142 triliun.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, Indonesia memiliki potensi menjadi pusat suplai baterai kendaraan listrik dunia. Ini didorong keyakinan adanya cadangan nikel di dalam negeri.

Baca juga : Garuda Kasih Diskon Khusus Angkut Logistik Industri Kendaraan Listrik

Pemerintah diketahui telah berkali-kali menekankan perhatiannya ke sektor ini. Salah satunya dengan lahirnya konsorsium dalam pembangunan Indonesia Battery Company (IBC).

Menurut Mamit, apa yang dilakukan Presiden Jokowi  sudah tepat dalam upaya mendukung terciptanya ekosistem industri kendaraan listrik.

“Pak Jokowi sudah bagus mengundang investasi dari Korea seperti Hyundai yang masuk dalam lebih banyak lagi di sektor mobil listrik. Saya mengharapkan investasi ini terintegrasi dari hulu ke hilir karena multiplier effect-nya jauh lebih besar dibandingkan kita hanya di sektor hulunya saja,” ujar Mamit. Jumat (29/7).

Selain investasi dari luar, untuk mewujudkan hal tersebut, Mamit juga mendorong peran dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) supaya lebih besar memberikan kontribusinya, baik dari sektor hulu sampai ke hilir, seperti halnya Mind ID sebagai induk holding BUMN industri pertambangan.

Baca juga : Bertemu Jokowi, Hyundai Tertarik Investasi di IKN Dan Mobil Listrik

“Saya kira peran Mind ID harus ditingkatkan sebagai holding mineral dalam pengembangan hilirisasi mineral kita,” kata Mamit.

Mamit mendorong Mind ID memiliki saham dalam konsorsium pembangunan Indonesia Battery Company untuk pengembangan industri baterai tanah air.

“Nanti baru bisa Mind ID ataupun BUMN kita yang lain bisa mencari investasi yang lain untuk membangun atau merakit, misalkan membuat kendaraan listriknya di dalam negeri,” katanya.

Kunci utama dari pengembangan ekosistem baterai listrik, lanjut Mamit, yakni integrasi dari hulu sampai hilir secara optimal. Tidak harus menunggu investasi dari luar negeri, tetapi mampu memaksimalkan peranan BUMN.

Baca juga : Ini Daftar Sementara Pemain Indonesia Yang Terima Undangan Ke Kejuaraan Bulutangkis Dunia 2022

Menurut Mamit, dengan optimalisasi peran BUMN, bukan berarti meniadakan peran investasi asing. Jika investasi asing masuk diharapkan tidak hanya berinvestasi pada salah sektor saja, tetapi secara menyeluruh.

“Ketika kita bisa melakukan hilirisasi dan bisa memproduksi nikel, harusnya kita ini bisa menjadi pemain besar. Makanya saya harapkan investasi yang masuk ke Indonesia tidak hanya investasi di sektor smelter,” harap Mamit.

Pasalnya, nikel ini hanya menjual bahan baku, itu pun bahan bakunya dalam bentuk misalnya setengah jadi atau bahkan seperempat jadi. Nah, nanti dijual atau ke negara lain dan akhirnya barang itu dijual lagi ke Indonesia dalam produk dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Untuk itu, menurutnya, investasi asing yang masuk ke dalam negeri juga harus terintegrasi agar menimbulkan multiplier effect bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia.â– 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.