Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Maskot JIP Diluncurkan Hari Ini
Erick Optimistis, FIBA Basketball World Cup 2023 Bisa Bangun Ekonomi Baru
Sabtu, 30 Juli 2022 18:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Federation Internationale de Basketball (FIBA) Central Board Member, Erick Thohir optimistis, perhelatan olahraga dunia di Tanah Air tak hanya menguatkan legasi atas kemampuan Indonesia menggelar pentas olahraga berskala besar.
Lebih dari itu, ajang Piala Dunia Bola Basket FIBA yang berlangsung tahun depan, diyakini dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat Indonesia. Serta membangun ekonomi baru.
"Tahun depan, FIBA World Cup 2023 digelar untuk pertama kalinya di Indonesia Arena, indoor multifunction stadium berkapasitas 16 ribu orang dan berstandar internasional," kata Erick dalam keterangannya, Sabtu (30/7).
Diharapkan, penyelenggaraan tersebut tak hanya berfokus pada ajang olahraga, tetapi juga kegiatan lain. Seperti pentas musik, serta industri kreatif dan UMKM.
Baca juga : Bamsoet Pede, Vespa World Days 2022 Bantu Pemulihan Ekonomi Bali
"Sehingga, event tersebut bisa punya manfaat lebih luas bagi pertumbuhan dan pemulihan ekonomi. Serta pembukaan lapangan pekerjaan baru," papar Erick.
Hal itu ditegaskan Erick, saat menghadiri launching JIP, maskot Kejuaraan Bola Basket Piala Dunia FIBA 2023 di Gedung Sarinah, Jakarta, Sabtu (30/7).
JIP adalah maskot berwujud robot basket humanoid bipedal dengan ring di punggungnya.
Nama maskot itu merupakan penggabungan huruf depan ketiga negara tuan rumah FIBA World Cup 2023 dalam bahasa Inggris. Yakni Jepang, Indonesia dan Filipina.
JIP diciptakan oleh tiga desainer muda dari ketiga negara yakni Caloy (Filipina), Kota (Jepang) dan Dewi (Indonesia).
Dalam acara yang dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Direktur Eksekutif FIBA Basketball World Cup 2023 David Crocker, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Danny Kosasih, dan Wakil Ketua Panpel FIBA World Cup 2023 Agus Mauro, maskot berkarakter robot itu diperkenalkan untuk pertama kalinya kepada publik.
Erick mengatakan, momentum tuan rumah harus dioptimalkan. Karena ribuan penggemar bola basket dari seluruh dunia akan datang ke Indonesia. Ini menjadi kesempatan memperlihatkan potensi ekonomi serta pariwisata nusantara.
Selain itu, kejuaraan empat tahunan tersebut juga berpeluang menjadikan bola basket sebagai pop culture di kalangan anak-anak, remaja, hingga pecinta setia bola basket.
Baca juga : Gubernur BI Optimistis, Investasi Dorong Perekonomian Tahun Ini
"Saya berterima kasih atas dukungan total yang diberikan pemerintah, Kementerian PUPR, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta seluruh pihak yang membantu terwujudnya multifungsi arena, yang melibatkan dua BUMN sektor konstruksi: Adhi Karya dan Nindya Karya dalam pembangunannya," tutur Erick.
Karena itu, Erick berharap, momentum peluncuran maskot dan setahun perjalanan event yang bergulir pada 25 Agustus 2023, harus dimaksimalkan oleh stakeholder bola basket nasional.
Dengan terus menggelorakan demam bola basket tanpa henti, Indonesia Arena akan dibanjiri para fans dan masyarakat, yang ingin menjadi bagian sejarah pentas bola basket dunia: FIBA World Cup 2023. ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya