Dewan Pers

Dark/Light Mode

Telkom Dorong Akselerasi Pertumbuhan Blue Economy

Sabtu, 6 Agustus 2022 07:57 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono (kedua  kanan) didampingi oleh Chairman ITDRI Jemy V. Confido (kedua kiri) mengunjungi booth Smart Fisheries Village Telkom usai penandatanganan kerja sama pada Selasa (2/8) di Hotel Sultan, Jakarta.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono (kedua kanan) didampingi oleh Chairman ITDRI Jemy V. Confido (kedua kiri) mengunjungi booth Smart Fisheries Village Telkom usai penandatanganan kerja sama pada Selasa (2/8) di Hotel Sultan, Jakarta.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui Indonesia Telecommunication dan  Digital Research Institute (ITDRI) berkolaborasi dengan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan Perikanan (BRSDM KP) untuk mengaktivasi jaringan kolaborasi Penta-Helix di bidang ekonomi biru yang mencakup semua sektor ekonomi yang memanfaatkan dan mempengaruhi sumber daya terkait air. 

Kerja sama itu meliputi pendidikan, pelatihan berbasis Learning Journey, serta penyuluhan talenta di bidang kelautan dan perikanan melalui dua kegiatan, yaitu Transformasi sumber daya manusia (SDM) dan efektivitas pembelajaran dan pengawasan. 

Adapun inisiasi yang akan dilakukan berfokus pada talenta yang meliputi Smart Fisheries Village (SFV), Penangkapan Ikan Terukur (PIT), penggabungan Politeknik KP, project bank genetika (Gen Bank), serta implementasi lain terbatas terlebih dahulu di lingkungan BRSDM KP.

“Dengan kolaborasi ini diharapkan ITDRI akan lebih banyak membantu sektor yang lebih luas lagi sehingga transformasi digital di Indonesia segera terwujud,” ujar Chairman of ITDRI, Jemy V Confido dalam keterangannya, Jumat (5/8).

Berita Terkait : Terowongan MRT Fase 2 Berhasil Tembus Ke Stasiun Monas

SFV menjadi upaya dalam membangun desa perikanan dan UPT berbasis pemanfaatan teknologi informasi komunikasi serta manajemen yang tepat dan berkelanjutan. Lebih dari itu, ITDRI bersama BRSDM KP ingin meningkatkan ekonomi dan sosial desa perikanan. SFV berkomitmen untuk mencapai ekonomi tumbuh, masyarakat bekerja, lingkungan lestari, dan berbasis digital. 

Fokus kegiatan dalam SFV UPT meliputi budidaya air tawar (mas, lele, nila, gurami, udang galah), mina padi (mas, koi, nila, udang galah, patin), ikan hias (rainbow, arwana, botia), air payau (kakap, kerapu, bandeng, kepiting), budidaya rumput laut, produksi garam, edu/ekowisata (Mangrove Garden, Mina Eduwisata), konservasi ikan endemik, magot center, hingga perikanan tangkap melalui AIS Wakatobi.

“SFV dapat menjadi sinergitas antara pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan dengan berbagai stakeholder untuk mengembangkan desa-desa perikanan di Indonesia,” terang Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan, I Nyoman Radiarta.

Sinergi dan kolaborasi ini diwujudkan sebagai komunitas antar kelembagaan yang dikelola oleh ITDRI dan BRSDM KP dengan memanfaatkan teknologi metaverse. 

Berita Terkait : Usut Dong Kasus Penimbunan Sembako Dalam Tanah

Diharapkan, keduanya mampu menjadi penghubung lintas sektor untuk meningkatkan kontribusi ekonomi biru/blue economy bagi pertumbuhan kesejahteraan sosial dan ekonomi Indonesia. 

“Kolaborasi ini juga dapat memudahkan berbagai pihak di bidang kelautan dan perikanan dalam memanfaatkan teknologi digital, serta menikmati hasil kolaborasi antara ITDRI bersama BRSDM KP,” tandasnya.

Diketahui, Telkom-ITDRI menjalankan riset, validasi inovasi, hingga pengembangan konten dan aplikasi pembelajaran sejak dibentuk pada tahun 2020. Beberapa di antaranya adalah aplikasi corporate learning bernama myDigilearn dan aplikasi employe experience bernama Worki. 

Dengan mengkombinasikan produk inovasi Telkom eksisting, seperti aplikasi pertanian Agree, dashboard Smart Village Nusantara, teknologi imersif SmartEye, teknologi big data BigBox dan keahlian IoT Evomo, harapannya proses dan program BRSDM KP maupun KKP secara keseluruhan akan menjadi lebih efisien dan efektif, serta dapat meningkatkan kontribusi ekonomi biru. Kolaborasi ini diresmikan dalam acara Rapat Kerja Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono pada Selasa (2/8).

Berita Terkait : Bamsoet Dorong Pemerintah Kembangkan Wisata Medis

Saat ini, keduanya mulai berfokus pada salah satu inisiasi yaitu Smart Fisheries Village (SFV). Kegiatan tersebut juga menjadi wujud implementasi dari salah satu program Menteri Kelautan dan Perikanan. 

SFV memiliki tujuan yang selaras dengan inovasi Telkom yaitu Smart Village Nusantara (SVN) dan Agree Fisheries. Untuk menampilkan sinergi antara SFV dan SVN, maka digelar event Bincang Bahari pada 21 Juli 2022 dan juga pengisian booth keduanya di event Rapat Kerja Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 1-3 Agustus 2022.■