Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kemenperin Bidik Ekspor TPT Tahun Ini Tembus Rp 205 T 

Sabtu, 13 Agustus 2022 20:19 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Ist)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu sektor yang beperan penting dalam menopang perekonomian nasional. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pun membidik ekspor TPT tahun ini capai 14 miliar dolar AS atau Rp 205 triliun.

“Sampai dengan Juni 2022, ekspor industri menembus hingga 6,08 miliar dolar AS atau berkontribusi 5,51 persen terhadap total ekspor nasional,” kata Agus, Sabtu (14/8).

Meskipun di tengah tekanan global dan dampak pandemi, Agus optimistis industri TPT terus agresif memperluas pasar ekspornya.

Berita Terkait : Bukan Kaleng-Kaleng, Baru Setengah Tahun, Laba BRI Tembus Rp 24,88 Triliun

“Kinerja industri TPT juga diharapkan tetap tinggi, terutama didorong oleh pertumbuhan pesat penjualan melalui platform e-commerce serta kesadaran konsumen akan prinsip-prinsip sustainability,” kata Agus.

Dari sisi komoditas, prinsip sustainability juga didorong dengan penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan serta penerapan prinsip circular economy. “Adanya Making Indonesia 4.0 akan mendorong transformasi industri tekstil bisa lebih berdaya saing dan berinovasi tinggi sehingga dapat bersaing dan menjawab permintaan pasar global,” imbuhnya.

Dalam upaya mempercepat implementasi industri 4.0, industri TPT diharapkan dapat memanfaatkan beberapa teknologi kunci untuk memenangkan persaingan global, antara lain artificial intelligence, novel fabrics, Internet of things (IoT), Rapid Data Analysis for Quick Adaptation, mobile commerce, virtual and augmented reality (VR), online vector editors, 3D printing, blockchain dan sustainability.

Berita Terkait : Good News, 3 Tahun Terakhir, Kontribusi BUMN Tembus Rp 1.200 Triliun

Di samping itu, Kemenperin telah menginisiasi langkah strategis berupa program substitusi impor 35 persen tahun 2022 untuk mendorong peningkatan utilisasi industri existing, sekaligus peningkatan investasi di Indonesia, baik investasi baru maupun perluasan.

Kemenperin juga melaksanakan program restrukturisasi mesin/peralatan pada industri penyempurnaan kain dan industri pencetakan kain sesuai Peraturan Menteri Perindustrian No. 18 Tahun 2021. Upaya ini telah terbukti meningkatkan kapasitas produksi sebesar 21,75%, peningkatan realisasi produksi 21,22 persen, efisiensi energi sebesar 11,86 persen, serta peningkatan volume penjualan baik dalam negeri maupun ekspor sebesar 6,65 persen.