Dewan Pers

Dark/Light Mode

Good News, 3 Tahun Terakhir, Kontribusi BUMN Tembus Rp 1.200 Triliun

Senin, 4 Juli 2022 17:41 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR terkait pengambilan keputusan terhadap usulan 10 BUMN penerima PMN 2023 dan inisiatif aksi korporasi atau rights issue 2022 di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/7). (Foto: Humas BUMN)
Menteri BUMN Erick Thohir dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR terkait pengambilan keputusan terhadap usulan 10 BUMN penerima PMN 2023 dan inisiatif aksi korporasi atau rights issue 2022 di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/7). (Foto: Humas BUMN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kontribusi BUMN terhadap negara di bawah Menteri Erick Thohir, semakin menunjukkan hasil yang gemilang. 

Dalam tiga tahun terakhir, kontribusi BUMN yang terdiri dari pajak, deviden, dan bagi hasil tembus Rp 1.200 triliun.

Kabar baik ini disampaikan Erick, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/7).

Berita Terkait : Naik 46 Persen, Nilai Transaksi GOTO Tembus Rp 140 Triliun

"Untuk 10 tahun terakhir, totalnya kurang lebih Rp 4.013 triliun. Artinya, dalam tiga tahun terakhir ini, ada kenaikan masing-masing Rp 50 triliun per tahun secara kumulatif," ujar Erick.

Pencapaian 10 tahun terakhir yang totalnya Rp 4.013 triliun terdiri dari Rp 2.118 triliun pajak, Rp 1.466 triliun dalam bentuk PNBP, dan  Rp 429 triliun dividen. 

"Inilah hasil kerja keras dan upaya Kementerian BUMN bersama Komisi VI DPR, sebagai tupoksi yang terus mendorong profesionalitas dan transparansi," imbuhnya.

Berita Terkait : Perputaran Uang Bisa Tembus Rp 250 Triliun

Dalam kesempatan tersebut, Erick mengucapkan terima kasih atas dukungan Komisi VI DPR, yang menyetujui usulan 10 BUMN penerima PMN 2023 dan tujuh inisiatif aksi korporasi atau rights issue BUMN pada 2022.

Erick menargetkan, setoran deviden akan terus meningkat. Dari Rp 39,7 triliun pada tahun 2022, menjadi Rp 43 triliun pada tahun 2023, dan Rp 50 triliun pada 2024. 

Intinya, kontribusi deviden akan diupayakan sebanding dengan PMN yang diterima BUMN.

Berita Terkait : Naik Rp 6,8 Triliun Dalam Setahun, Harta Sandiaga Uno Kini Rp 10,6 Triliun!

"Jadi, antara PMN dan dividen itu bisa berimbang 0-0 atau 50:50 dari totalnya. Kami akan memastikan, BUMN yang mendapat dukungan maksimal dari Komisi VI bisa menjalankan tugasnya dengan baik," pungkasnya. â–