Dark/Light Mode

Bukan Kaleng-Kaleng, Baru Setengah Tahun, Laba BRI Tembus Rp 24,88 Triliun

Rabu, 27 Juli 2022 11:29 WIB
Direktur Utama BRI Sunarso (Foto: Istimewa)
Direktur Utama BRI Sunarso (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Acungan jempol sangat layak ditujukan kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Bank BUMN yang kini dinakhodai Sunarso, mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja positif di tengah kondisi perekonomian dunia, yang masih penuh dengan tantangan.

Hingga akhir Kuartal II 2022, BRI secara konsolidasian (BRI Group) berhasil mencatatkan laba bersih Rp 24,88 triliun. Tumbuh 98,38 persen year on year (yoy), dengan kenaikan total aset 6,37 persen yoy menjadi Rp 1.652,84 triliun.

Dalam konferensi pers Pemaparan Kinerja Keuangan Kuartal II Tahun 2022 pada hari ini, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, pencapaian tersebut tak lepas dari kemampuan BRI dalam melakukan strategic response yang tepat.

“Penyaluran kredit atau penghimpunan dana masyarakat oleh BRI, mampu tumbuh positif. Kami dapat menjaga sustainability pertumbuhan ini, dengan fokus pada aspek likuiditas. Terutama, pertumbuhan dana murah. Kami juga menjaga kualitas kredit, terutama kredit yang direstrukturisasi akibat pandemi Covid-19," jelas Sunarso.

Baca juga : PP Kantongi Kontrak Baru Rp 10,93 Triliun

Selain itu, BRI juga mampu mencatat pertumbuhan pendapatan non-bunga yang semakin baik, ditopang oleh naiknya transaksi e-channel.

Transformasi digital melalui business process reengineering, terbukti mampu meningkatkan produktivitas bisnis. Sekaligus menjaga efisiensi operasional.

Dari sisi pembiayaan, BRI Group berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 1.104,79 triliun atau tumbuh 8,75 persen yoy.

Penyaluran kredit kepada seluruh segmen pinjaman, tumbuh positif dengan penopang utama segmen mikro yang tumbuh 15,07 persen, segmen konsumer meningkat 5,27 persen.

Baca juga : Wow, Hadiah Piala Dunia Qatar Tembus Rp 6,3 triliun

Sementara segmen korporasi serta usaha kecil dan menengah, masing-masing tumbuh 3,76 persen dan 2,71 persen.

Secara khusus, portofolio kredit UMKM BRI tumbuh 9,81 persen dari Rp 837,82 triliun pada akhir Juni 2021, menjadi Rp 920 triliun di akhir Juni 2022.

"Sehingga, proporsi kredit UMKM dibandingkan total kredit BRI terus merangkak naik, menjadi sebesar 83,27 persen,” tutur Sunarso.

Kemampuan BRI dalam menyalurkan kredit, mampu diimbangi dengan manajemen risiko yang baik. Hal tersebut tercermin dari rasio non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah BRI secara konsolidasian, yang terkendali di level 3,26 persen.

Baca juga : Bandung Kekurangan Gedung Sekolah, Tahun Ini Bangun 2 SMP Baru

Di sisi lain, BRI menyiapkan pencadangan sebagai langkah antisipatif atas potensi pemburukan kredit.

NPL Coverage BRI tercatat sebesar 266,26 persen di akhir Kuartal II 2022. Angka ini meningkat dibanding NPL Coverage di akhir Kuartal II 2021, yang ketika itu hanya  252,59 persen.

Dalam menjaga NPL, BRI menjalankan strategi selective growth, yang berfokus pada sektor-sektor berpotensi kuat serta eksposur minimum terhadap gejolak tersebut. Misalnya saja pertanian, industri bahan kimia, serta makanan dan minuman.

“Dalam menjaga NPL, kami selektif menentukan kelayakan nasabah restrukturisasi, dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi bisnis nasabah. Serta menerapkan soft landing strategy, dengan menyiapkan pencadangan yang cukup, untuk mengantisipasi terjadinya pemburukan kualitas kredit nasabah restrukturisasi," terang Sunarso.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.