Dark/Light Mode

Sudah Tugaskan Menhub Dan Menteri BUMN

Jokowi Tidak Ingin Harga Tiket Pesawat Kerek Inflasi

Jumat, 19 Agustus 2022 06:20 WIB
Presiden Jokowi. (Foto: Istimewa)
Presiden Jokowi. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi sudah mendengar banyak keluhan tentang kenaikan harga tiket pesawat. Eks Wali Kota Solo ini langsung meminta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir gerak cepat (gercep) untuk menyelesaikan masalah ini.

“Di lapangan saya dengar keluhan, ‘Pak harga tiket pesawat Pak, ting­gi-tinggi’. Saya sudah bereaksi. Perintahkan Menhub agar ini segera diselesaikan,” tegas Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2022 di Istana Negara, kemarin.

Baca juga : Jokowi: Jangan Gelagapan, Kalau Saya Tanya Soal Inflasi...

Jokowi juga meminta Menteri BUMN Erick Thohir berkoordi­nasi dengan maskapai Garuda Indonesia untuk menambah armada pesawat.

“Ini dilakukan agar harga kembali ke keadaan normal, meski tidak mudah karena harga avtur internasional juga tinggi,” ujarnya.

Baca juga : Puan Ingatkan Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan Hadapi Krisis Pertalite

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak ingin kenaikan harga tiket pesawat turut membuat laju inflasi semakin melonjak. Sehingga menggerus daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga komoditas energi.

Data Badan Pusat Stastistik (BPS), inflasi administered prices, yang di dalamnya ada tiket pesawat mencapai 6,51 persen year on year (yoy). Ini menjadi salah satu biang kerok melonjaknya inflasi.

Baca juga : Mendagri Ingatkan Daerah Perbaiki Tata Kelola Sawit

Budi Karya Sumadi mengata­kan, Pemerintah saat ini berupaya mengatur harga tiket pesawat agar tak menyumbang inflasi ter­lalu tinggi. Walaupun harga avtur menjadi salah satu penyebab harga tiket pesawat naik.

“Kami menjaga keseimbangan kemampuan sektor transportasi dengan tidak menaikkan harga tiket. Saya sudah sampaikan ke Pak Dirjen, harus bicara detail, bagaimana mengatur harga sehingga inflasi di sektor itu tidak terlalu tinggi,” kata BKS-sapaan Budi Karya Sumadi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.