Dark/Light Mode

Sudah Tugaskan Menhub Dan Menteri BUMN

Jokowi Tidak Ingin Harga Tiket Pesawat Kerek Inflasi

Jumat, 19 Agustus 2022 06:20 WIB
Presiden Jokowi. (Foto: Istimewa)
Presiden Jokowi. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
BKS menekankan, pentingnya Pemerintah Daerah (Pemda) ikut memberikan subsidi kepada masyarakat. Karena, terjadi banyak inefisiensi di daerah. Seperti tingkat keterisian pesawat yang tak sampai 50 persen.

Menurutnya, kenaikan harga tiket harusnya berbanding lurus dengan keterisian kursi. Semen­tara, banyak di daerah keterisian kursinya di hari tertentu rendah.

Baca juga : Jokowi: Jangan Gelagapan, Kalau Saya Tanya Soal Inflasi...

“Kami ajak per klaster. Misal­nya Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan, Aceh dan daerah lainnya, kami ajak bicara. Kami ajak mereka sama-sama mencari tingkat okupansi yang lebih baik, sehingga harga bisa lebih baik,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir meminta Garuda Indonesia menambah volume penerbangan. Jika Garuda lebih produktif, maka harga tiket penerbangan dapat lebih stabil.

Baca juga : Puan Ingatkan Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan Hadapi Krisis Pertalite

“Kalau Garuda bisa lebih produktif lagi dalam jumlah pe­sawat, pengurangan dari stabili­tas harga tiket bisa diimbangi,” ujarnya.

Erick menjelaskan, ada tiga hal yang mengakibatkan harga tiket pesawat saat ini tinggi. Pertama, harga avtur meroket. Kedua, daerah tujuan tertentu jumlah pesawatnya tidak mak­simal. Ketiga, jumlah pesawat yang mau dibeli pun sulit.

Baca juga : Mendagri Ingatkan Daerah Perbaiki Tata Kelola Sawit

Meski faktor tersebut mem­beratkan, Erick optimistis Garuda mampu memanfaatkan momentum kebangkitan industri pesawat. Sekaligus berperan menjaga harga yang terjangkau bagi rakyat. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.