Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Krisis Pangan, Pengusaha Diminta Tanam Sorgum
Jokowi: Tidak Usah Ribuan Hektare, Coba 10 Hektare
Rabu, 24 Agustus 2022 06:35 WIB
Sebelumnya
Dalam pembicaraan dengan Jokowi, Zelensky mengungkapkan, Ukraina punya stok 22 juta ton gandum. Di luar itu, ada 55 juta ton hasil panen baru. Artinya, total 77 juta ton gandum ada di Ukraina.
Sementara di Rusia, ada 130 juta ton. Sehingga, total stok gandum di dua negara tersebut, berjumlah 207 juta ton.
“Kita ini makan beras hanya 31 juta ton per tahun. Tapi ini, 207 juta ton nggak bisa keluar. Bapak Ibu bisa bayangkan, negara-negara yang mengimpor dari sana, terutama Afrika. Saat ini, betul-betul berada pada kondisi yang sangat sulit,” tutur Jokowi.
Dia pun lantas menerangkan soal Indeks Harga Pangan (Food Price Index) saat krisis pangan tahun 2008. Saat itu, angkanya hanya 131,2. Tahun 2012, juga ada krisis pangan. Angkanya geser sedikit ke 132,4.
“Tapi sekarang, indeksnya sudah 140,9. Mengerikan,” ucap Jokowi.
Di awal konflik Rusia-Ukraina, hanya ada 6 negara yang membatasi ekspor pangannya. Sekarang, jumlahnya bengkak menjadi 23 negara. Semuanya menyelamatkan negara masing-masing. Dan itu memang sudah seharusnya mereka lakukan.
Oleh sebab itu, Jokowi mengatakan, semua patut bersyukur. Karena dua minggu yang lalu, Indonesia menerima sertifikat International Rice Research Institute (IRRI), yang menyatakan ketahanan kita baik dan swasembada beras sudah dimulai sejak 2019.
“Sementara negara lain kekurangan pangan, kita justru dinyatakan sudah swasembada beras. Sistem ketahanan pangan kita baik,” ujar Jokowi.
Baca juga : Kader PPP Diminta Perkuat Soliditas Dan Tingkatkan Elektabilitas
Hilirisasi Tambang
Selain peluang di sektor pangan, Presiden juga kembali menegaskan pentingnya hilirisasi terhadap berbagai produk tambang seperti nikel, bauksit dan lainnya. Setiap bahan tambang yang hendak diekspor, tidak boleh dalam bentuk bahan mentah alias harus sudah diolah.
“Ini sudah tidak bisa direm. Dulu, waktu saya stop nikel 3 tahun lalu, yang datang ke saya banyak sekali. Termasuk, dari Kadin. Rata-rata mengeluh belum siap,” ungkap Jokowi.
“Kalau nunggu siap, kapan? Siap nggak siap, ya stop saja. Kita digugat di WTO (World Trade Organization) Silakan. Nggak ada masalah,” tegasnya.
Baca juga : Jokowi: Kebangetan Banget
Kira-kira 5-7 tahun yang lalu, nilai ekspor nikel Indonesia mencapai 1,1 miliar dolar AS. Kurang lebih, setara dengan Rp 16 triliun. [FAZ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya